Cara Praktis Berkebun dengan Rumah yang Dilengkapi Genset Bali

Cara Praktis Berkebun dengan Rumah yang Dilengkapi Genset Bali. Harga jual genset di Bali yang murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Bali yang memberikan diskon harga dan garansi resmi.

Bagi si penyuka tanaman, menghadirkan sebuah taman di rumah adalah hal yang wajib dilakukan. Namun, ketersediaan lahan di rumah-rumah masa kini rasanya menjadi kendala sehingga agak sulit mewujudkan keinginan tersebut. Kecuali, Anda membuat lahan tambahan untuk menghadirkan taman di rumah. Tentu itu akan membuat repot dan menambah daftar pekerjaan Anda.

Kehadiran vertical garden menjadi salah satu alternatif menghadirkan sebuah taman di rumah. Anda tidak perlu repot membongkar teras hanya untuk menghadirkan taman di rumah. Selain menghemat tempat, bentuknya yang memanjang ke atas membuat dinding Anda tampil cantik dengan beragam tanaman hias.

Tanaman Dalam Kantung

Pada dasarnya pembuatan vertical garden bukanlah yang hal yang sulit, karena menggunakan media tanam dan rangka vertikal yang mudah diaplikasikan. Media tanam yang praktis dan mudah diaplikasikan di rumah adalah dengan sistem kantung. Sistem ini biasanya menggunakan material geotextile atau glasswool. Bentuknya yang mirip karpet dibuat berkantung-kantung menyerupai kantung baju dengan jarak 12cm–20 cm. Menurut Rizki Syahrazi, Marketing Manager Vertical garden Godong Ijo, penggunaan material geotextile lebih diminati karena memiliki warna yang terang dan permukaan seratnya yang terlihat lebih rapi.

Material ini mampu menahan tanaman dan bersifat tembus air, sehingga ketika disiram air akan mudah turun untuk menyirami tanaman di bawahnya. Rizki menambahkan, media vertical garden yang ia gunakan juga memakai bahan rockwool. Menurutnya, rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara dalam jumlah yang baik sehingga mampu mendukung perkembangan akar tanaman serta menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Setelah dibalut menggunakan material rockwool, tanaman pun tidak secara langsung dimasukkan ke dalam kantung taman vertikal. Ia memerlukan waktu untuk menumbuhkan akar-akarnya. Seolah berada dalam ruang karantina, tanaman didiamkan selama 2 minggu untuk menumbuhkan akarakarnya. Setelah itu, tanaman akan memasuki tahap adaptasi dengan cuaca luar. Bila ia mampu beradaptasi dengan berbagai cuaca, barulah tanaman siap diaplikasikan di vertical garden.

Sistem Irigasi

Selain hemat tempat, ada satu lagi kelebihan vertical garden dibanding jenis taman lainnya, yakni sistem irigasi yang sudah secara otomatis menyirami tanaman. Waktu penyiramannya harus dilakukan secara periodik (beberapa kali dalam sehari). Jangka waktunya pun dapat ditentukan dari material media tanam yang digunakan. Hari Harijanto, Arsitek Lansekap dari WongTani Nursery, mengatakan bahan geotextile memiliki daya serap air yang kurang sehingga waktu penyiramannya bisa setiap 2 jam sekali. Hari Harjanto menyarankan untuk menggunakan timer otomatis agar lebih mudah dan praktis perawatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *