Taruna di Daftar Nobel

NAMA ilmuwan Indonesia berdarah Makassar, Taruna Ikrar, masuk daftar calon peraih Nobel Kedokteran 2016 pada Juli lalu. Penelitian yang membawanya ke ajang prestisius itu adalah optogenetic laser stimulation, metode penggunaan spektrum cahaya tertentu untuk mengaktifan sel saraf. Teknik ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit otak, seperti parkinson, epilepsi, dan skizofrenia. Penghargaan Nobel diberikan setiap tahun kepada orang yang berkontribusi besar terhadap masyarakat.

Tahun ini, Taruna harus bersaing dengan lebih dari 270 ilmuwan bidang kedokteran dari seluruh dunia. Sayang, dia belum berhasil membawa pulang medali Nobel. Taruna adalah anak kelima— dari sepuluh bersaudara— pasangan Abubakar dan Hasnah Lawani. Pria 47 tahun ini menyelesaikan pendidikan dokternya di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 1997, dan pendidikan magister farmakologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2003.

Gelar doktoral dia dapat dari Niigata University, Jepang, pada 2008. Setelah itu, Taruna menempuh pendidikan post-doctoral di University of California, Irvine, yang kini juga menjadi tempatnya mengabdi sebagai pengajar sekaligus peneliti. Sejauh ini, Taruna sudah menelurkan 56 penelitian penting. Salah satu yang sudah dipatenkan adalah “High Resolution and Fast Functional Mapping of Cortical Circuitry Through a Novel Combination of Voltage Sensitive Dye Imaging and Laser Scanning Photostimulation”. Ini adalah metode pemetaan otak manusia dengan teknik laser yang bisa menggambarkan dinamika sel-sel di sana secara amat terinci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *