Pemain Hebat Ini Salah Memilih Klub

Pemain Hebat Ini Salah Memilih Klub

Indonesia, pemain berusia 9-18 tahun dilatih oleh klub di berbagai daerah. Selepas 18 tahun, mereka baru bisa masuk pelatnas. Saat berada di klub inilah pola pembinaan fisik sangat krusial karena akan menjadi modal dasar untuk mempersiapkan atlet pelatnas. Persoalannya, masih terdapat perbedaan pandangan antara PBSI dan pelatih klub soal porsi latihan. Untuk mengetahui penyebabnya, Tempo mendatangi beberapa klub. Salah satunya Perkumpulan Bulu Tangkis Jaya Raya di Jakarta.

Para pemain di klub ini bisa dibilang cukup beruntung. Sebab, setiap sektor diawasi satu pelatih khusus fisik berpendidikan formal minimal strata satu di bidang kepelatihan. Di sektor tunggal putra, misalnya, atlet berusia 13-18 tahun ditangani Novi Tri Darma, mantan pemain yang kini menjadi pelatih fisik. Novi menjelaskan, untuk memperkuat daya tahan, misalnya, mereka menerapkan berbagai jenis latihan. ”Contohnya lari 8 kilometer yang harus diselesaikan dalam 40 menit. Denyut nadi yang diharapkan dalam latihan itu adalah 160-170 kali per menit,” ucapnya.

Hanya, meski program itu dibuat oleh pelatih berpengalaman, tetap saja berbeda dengan yang diinginkan tim pelatih fisik pelatnas PP PBSI. Menurut Felix, program latihan di klub semestinya menargetkan peningkatan VO2 Max. Apalagi para pemain muda itu masih berada pada tingkat usia yang memungkinkan untuk ditingkatkan nilai VO2 Max mereka. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan ukuran denyut nadi 140 kali per menit. ”Latihan denyut nadi di atas itu malah akan mempertebal penampang jantung. Padahal tujuan kita adalah memperluas,” ujarnya. Klub Bulu Tangkis Suryanaga di Surabaya sebelas-dua belas.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Suryanaga, Hadi Sugiyanto, mengatakan dia menggunakan rumus 220 kali denyut nadi per menit dikurangi usia atlet dalam latihan daya tahan. Dalam tiga bulan pertama latihan, mereka menargetkan 80 persen dari daya tahan yang diinginkan. Selanjutnya, atlet digenjot untuk mencapai 100 persen target. Dengan hitungan itu, denyut nadi dalam latihan bisa mencapai lebih dari 140 kali per menit. Para pemain di kedua klub tersebut cukup beruntung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *