Bangkitnya Film-Film Non Mainstream Bag3

Sangat halus dan alami. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan kami memilih Eko Supriyanto sebagai aktor pendukung terbaik dalam Film Pilihan Tempo 2016. Suhu diskusi cukup panas saat kami memilih penulis skenario terbaik. Ada tiga penulis skenario yang kami seleksi untuk menjadi kandidat: Yosep Anggi Noen (Istirahatlah Kata-kata), Nan Achnas dan Nurman Hakim (The Window), serta B.W. Purba Negara (Ziarah).

Setelah melalui diskusi yang alot, para juri akhirnya sepakat memilih Ziarah. Cerita dan skenario flm Ziarah menarik karena mengungkapkan bahwa para pejuang kemerdekaan itu tidak semuanya baik. Ziarah adalah road movie yang lain daripada yang lain. Ia bercerita tentang perjalanan perempuan sepuh Mbah Sri mencari makam Prawiro, suaminya, karena kelak ingin dikubur di sebelahnya. Problem muncul lantaran tak ada yang tahu di mana makam Prawiro.

Pada saat Agresi Belanda II, Prawiro berpamitan kepada istrinya itu untuk bertempur dan tak pernah terdengar kabarnya hingga dia diasumsikan tewas dalam perang. Dalam flm ini, Mbah Sri menemukan banyak versi. Tak penting mana yang paling benar, tapi bagaimana sejarah banyak versi itu dimaknai. Dan di akhir cerita, Mbah Sri menemukan kenyataan tak terduga.

Film ini kuat karena Purba Negara, alumnus Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, berani memilih Mbah Ponco Sutiyem, yang berumur 96 tahun, menjadi pemeran utama flm ini. Adegan indah saat nenek sepuh itu tertidur di kuburan-kuburan untuk mencari makam suaminya. Melalui flm ini, secara sederhana Purba menunjukkan bahwa sejarah (bahkan sejarah keluarga) tidak pernah punya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *