Angela Merkel mengunjungi lokasi kejadian teror di Berlin

BAGI Angela Merkel, tragedi di Berlin bukan kasus teror pertama. Pertengahan Juli lalu, seorang remaja asal Pakistan melukai lima orang dengan kapak dan pisau di Wuerzburg. Sepekan berselang, pria 27 tahun asal Suriah meledakkan bom di luar sebuah bar di Ansbach, melukai lebih dari selusin orang. Seperti Amri, dua pelaku itu berbaiat kepada ISIS. Merkel saat itu dikecam, tapi masih berkukuh membela kebijakan pro-pengungsinya. Adalah manuver AfD yang memukul balik Merkel.

Mengusung isu anti-imigran, partai sayap kanan itu menyerang kebijakan pengungsi Merkel. Lewat janji-janji untuk menyetop imigran, AfD sukses meraih simpati pemilih dan merebut suara signifkan di beberapa pemilihan regional. Sebaliknya, partai pengusung Merkel, PartaiUni Kristen Demokratik atau CDU, justru keok. Popularitas Merkel bahkan tergerus 12 poin pada bulan berikutnya. Para pentolan Partai CDU pun dibikin ketar-ketir.

Seperti penentang Merkel, mereka pun latah mengkritik pemimpin Jerman tersebut. ”Satu-satunya cara mencegah tragedi Berlin terulang adalah menyetop orang-orang seperti Amri memasuki Jerman,” kata Wolfgang Bosbach, pakar urusan dalam negeri CDU, dalam siaran di stasiun n-tv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *