Mainan Mirip Yang Solutif

Si kecil kedatangan sepupunya. Apakah terjadi perebutan mainan di antara mereka? Untuk membuat sesi bermain anak-anak tetap lancar, sediakan beberapa mainan yang mirip. Ini merupakan langkah antisipasi saat si kecil sedang bermain berdampingan tanpa mau berbagi. Tujuannya, selain menghindari aksi perebutan yang berakhir tangis, juga agar aktivitas bermain bersama ini dapat memancing dan mengembangkan hubungan timbal balik di antara mereka.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Punya Sahabat Bikin Anak Sehat

Sejumlah jajak pendapat yang dihimpun stasiun televisi afi liasi CNN, WCBS, menyingkap, anak-anak yang memiliki sahabat lebih sehat secara fisik dan emosional. Menurut pakar pola asuh, Tammy Gold, ini karena umumnya anak lebih terbuka dan bahagia saat memiliki sahabat. “Ketika anak merasa gembira, antibodinya akan naik dua kali lipat dari biasanya sehingga mereka tidak rentan terhadap penyakit infeksi,” papar Gold. Selain itu, “bersama Dengan sahabat, anak-anak bisa lebih dapat mengekspresikan emosi sehingga mempunyai pelampiasan, juga belajar berkoneksi dengan manusia lain,” tambahnya. Meski begitu, anak-anak yang tidak mempunyai sahabat pun tidak buruk. “Jika anak pemalu, pendiam, itu pun baik-baik saja. Sepanjang mereka bahagia, orangtua perlu terus mendukung mereka.”

Orangtua Menunda, Dokter Mengabulkan

Survei yang dilakukan terhadap dokter anak dan keluarga di Amerika Serikat menemukan, orangtua sering meminta dokter menunda pemberian vaksin bagi anaknya. Meski para dokter ini memahami konsekuensinya jika menunda vaksinasi, mereka sering mengabulkan permintaan tersebut. Temuan ini dimuat di jurnal Pediatrics seiring dengan merebaknya wabah campak pada beberapa waktu lalu, yang diduga berasal dari salah satu pengunjung Disneyland yang tidak mendapat vaksinasi dan telanjur terinfeksi saat berkunjung ke negara lain. “Hanya sedikit dari orangtua yang bersedia untuk anaknya divaksinasi,” kata Dr. Allison Kempe, dokter anak dari Children’s Hospital Colorado, yang memimpin penelitian ini. “Lebih banyak orangtua yang menundanya untuk jangka waktu lama. Dokter pun akhirnya menyerah setelah berkali-kali mencoba membujuk. Tapi, belajar dari wabah campak di Disneyland, para orangtua sebaiknya menyadari pentingnya vaksinasi bagi anak-anak mereka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *