Bersalin Dengan Bpjs Kesehatan Masih Bikin Deg-Degan Bag3

Oleh karena itulah, jika peserta BPJS Kesehatan mendapati hal-hal yang tidak dimengerti, menurutnya, datang saja ke kantor BPJS Kesehatan setempat dengan membawa bukti-bukti otentik. Nanti pihak BPJS Kese hatan yang mengonfi rmasi laporan tersebut kepada pihak rumah sakit yang dimaksud.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Hanya Untuk Keperluan Medis

Penting juga diketahui, BPJS Kesehatan hanya menanggung hal-hal dalam ruang lingkup medis. Di luar itu, sekalipun ada dalam rangkaian tindakan medis, tidak akan ditanggung atau dipinjamkan. Contohnya, pakaian dan pembalut usai bersalin, popok dan baju bayi, yang semuanya harus kita sediakan sendiri dari rumah. Kalaupun ada pihak rumah sakit yang menyediakannya, itu merupakan kebijakan masing-masing, bukan kewajiban. Inilah yang dialami Mama Ramdania.

“Karena ikut BPJS Kesehatan, saya tidak membayar bia ya menginap seper ser pun. Juga tindakan dokter, perlengkapan bayi, fasilitas seperti popok, baju bayi, kasur bayi, imunisasi pertama, dan biaya penginapan selama dua hari, semua gratis,” katanya. Tapi, Mama Ramdani di menyayangkan BPJS Kesehatan yang tidak memberikan pelayanan peme riksaan golongan darah bagi bayi baru lahir. Beda halnya dengan asuransi swasta yang memberikan fasilitas tersebut.

Hal ini pun disayangkan oleh Mama Indah, “Standarnya, kan, bayi baru lahir mendapatkan beberapa tindakan, selain pemberian salep mata antibiotik, vitamin K, imunisasi Hepatitis B1 dan Polio, juga harusnya bayi baru lahir mendapatkan pemeriksaan golongan darah, apalagi pada ibu berdarah ABO seperti saya, juga pemeriksaan billirubin pada bayi. Bayi dari ibu golongan darah ABO menurut WHO berisiko meng alami kuning.”

Tata Cara Masih Ribet

Tata cara kepesertaan BPJS Kesehatan untuk bayi baru lahir juga tak kalah banyak dikeluhkan. Di sinilah Mama Indah berdebar-debar untuk kedua kalinya. Informasi yang separuh-separuh membuat suaminya yang ikut BPJS Kesehatan Karyawan (bukan mandiri/perorangan) harus tunggang langgang mengurus kepesertaan untuk bayinya. Meleset sedikit, argo biaya perawatan bayinya langsung jalan dan ia harus menanggung sendiri dari koceknya. Ia tidak tahu-menahu bahwa sesuai Permenkes No. 59 tahun 2014, bayi yang dilahirkannya akan otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *