Jadi Sering Buang Angin Bag3

? Makanan sedikit tapi sering. Bila terbiasa makan tiga kali se hari dengan porsi normal, sekarang Mama bisa membaginya dalam lima porsi kecil yang dimakan 5-6 kali dalam sehari. Ini akan membantu kinerja lambung, sehingga produksi gas bisa dikurangi. ? Konsumsi yoghurt. Kandungan prebiotik dalam yoghurt dipercaya bisa menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Pasalnya, keseimbangan bakteri yang berada dalam usus juga bisa memengaruhi seberapa banyak gas yang akan diproduksi oleh tubuh. Namun, bagi Mama yang mengalami alergi laktosa, sebaiknya tidak mengonsumsi susu dan olahannya, karena bisa berefek sebaliknya, yaitu “bergas”.

? Jangan ditahan. Semakin ditahan, maka akan menjadi semakin banyak gas yang menumpuk dalam perut dan membuat perut menjadi tidak nyaman. Untuk itu, sebaiknya Mama tak menahan sendawa atau pun buang angin demi kebaikan. Hanya saja, pilih cara yang sesuai untuk mengeluarkannya, semisal menutup mulut dengan saputangan saat sendawa, buang angin di toilet atau ruang terbuka. Mama juga bisa memberitahukan orang sekitar terlebih dahulu agar Mama maupun kerabat menjadi lebih nyaman.

? Konsultasi bila merasa tak nyaman. Sering buang angin atau sendawa sebenarnya terbilang wajar, namun bila Mama merasa kembung tak juga usai, sering mual, dan pusing, buang gas terlalu sering dan berbau busuk, segera konsultasikan pada dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat, ya, Ma.

Mamil Merokok, Anak Perempuan Pubertas Dini Hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli dari Australian National University, Canberra, Australia menyimpulkan, anak-anak perempuan yang lahir dari para mama yang tetap merokok selama hamil berisiko mengalami pubertas dini. “Menstruasi pada usia terlalu dini berkaitan dengan semakin tingginya risiko kanker rahim, endometrium, dan payudara di masa dewasa,” kata Alison Behie, salah satu peneliti. Studi yang dimuat di jurnal Human Reproduction ini menambah panjang daftar risiko yang bisa dihadapi anak jika mama tetap merokok selama hamil, mulai kelahiran dengan berat badan rendah, asma, diabetes tipe 2, hingga obesitas.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *