Meluruskan Kaki Pascabersalin

Saya (27) mela hirkan dua minggu lalu. Yang ingin saya tanyakan, apa kah benar setelah melahirkan (sampai 40 hari) dianjurkan meluruskan kaki ketika sedang tidur? Apa maksudnya, ya, dok? Benarkah pada saat duduk, kaki juga tidak boleh menggantung supaya tidak varises? Mohon penjelasan dokter judi. Terima kasih atas jawabannya.

Baca juga : kerja di Jerman

Noer Pradana – Malang Aktivitas masa nifas tidak perlu mengalami pembatasan khusus, kecuali pascaoperasi sesar atau ada penyulit saat melahirkan per vaginam (normal). Dokter akan memberi penjelasan apa yang harus Ibu lakukan. Posisi tubuh boleh diubah-ubah sesuai kenyamanan yang Ibu rasakan. Kalau sedang menyusui dengan posisi duduk, sebaiknya telapak kaki menyentuh lantai (jangan menggantung) agar aliran darah di kaki lancar. Aliran darah yang terganggu, dapat menimbulkan pembengkakan di kaki.

Sedangkan masalah vari ses, penyebabnya adalah kelainan pada dinding pembuluh darah di daerah dubur. Varises akan timbul bila daerah dubur mengalami penekanan berlebihan (misal, sering mengangkat barang berat, harus mengejan kuat karena tinja keras akibat kurang minum dan makan makanan berserat tinggi), atau volume darah yang bertambah banyak (contoh pada ibu hamil, volume darahnya bertambah sekitar 30%). Minum yang cukup, makan makanan berserat, serta rajin berolahraga akan mencegah timbulnya varises. Terima kasih atas pertanyaannya.

Siapkan Sebelum Menikah

Sebaiknya, dana kehamilan dan persalinan sudah disiapkan sejak kita berniat menikah dengan pasangan. Jika Mama Papa sama-sama tidak punya asuransi kesehatan yang menanggung biaya persalinan dari kantor, Mama perlu memiliki asuransi kesehatan murni yang punya manfaat tersebut. Premi asuransi ke sehatan dengan manfaat biaya persalinan memang relatif tinggi, namun akan sangat membantu dalam menyediakan dana persalin an. Jikapun berniat menunda kehamilan hingga satu atau dua tahun ke depan, tak masalah. Toh, dana tersebut dapat disiapkan de ngan berinvestasi pada produk investasi jangka pendek, seperti reksadana pasar uang. Tingkat risikonya relatif rendah, namun memberikan nilai keuntungan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *