Amankah Jamu Bersalin

Mengonsumsi jamu bersalin katanya bikin Mama cepat kembali ke kondisi semula. Yuk telisik, mana jamu yang aman dan tidak bagi Mama dan bayi. Jamu (herbal medicine) merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang dikenal sejak zaman nenek moyang. Jamu juga memegang peranan penting dalam peng obatan penduduk di negara berkem bang. Diperkirakan sekitar 70–80% populasi di negara berkembang memiliki ketergantungan pada obat tradisional.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Selain untuk perawatan kesehatan dan kecantikan sehari-hari, sejak zaman dulu, jamu juga digunakan untuk perawatan para ibu usai melahirkan. Ber beda dengan zaman nenek kita, dimana banyak orang meracik sendiri jamu yang akan diminumnya, kini Mama dapat membeli jamu bersalin yang siap seduh dan minum. Lazimnya, jamu bersalin di gunakan setelah 40 hari dari hari bersalin atau seusai masa nifas. Umumnya, jamu bersalin terbuat dari bahan alami, seperti kencur, kunyit, peppermint, kenanga, temulawak, dan lainnya.

 

Manfaatnya antara lain mengen cangkan otot-otot perut yang kendur, mengembalikan stamina, memperlancar ASI, membersihkan rahim, membantu pemulihan luka, membantu mengemba likan rahim ke ukuran semula, mengha pus stretchmarks, mengurangi varises, menghilangkan kete gangan otot usai melahirkan b mengembalikan elastisitas kulit, serta membantu mengembalikan bentuk tubuh. AMAN, KOK, MA! Secara umum, jamu dianggap tidak be racun dan tidak menimbulkan efek samping.

Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun. Jadi, sebenarnya, tidak masalah, kok, me ngonsumsi jamu bersalin. Apa lagi kita, masyarakat Indonesia, sudah terbiasa dengan jamu dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, sebelum Mama memu tuskan mengonsumsi jamu bersalin, cek dulu kondisi kesehatannya, ya, Ma. Jika Mama menderita gangguan fungsi hati, seperti hepatitis B, sebaiknya tidak megonsumsi jamu.

Pasalnya, jamu, seperti asupan makanan dan minuman lainnya, harus melalui metabolisme di hati. Ditakutkan, ada senyawa di dalam jamu yang bisa menimbulkan efek negatif terhadap organ tubuh penting tersebut. Begitu juga jika Mama sedang mi num obat tertentu. Demi menghindari interaksi antara jamu dengan obat yang mungkin saja berefek negatif, baiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter mengenai keinginan Mama un tuk minum jamu.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Muncul Varises

Coba perhatikan tubuh Mama, apakah ada garis tipis berwarna biru? Biasanya, sih, terlihat di kaki. garis tipis kebiruans kadang menonjolsitu disebut Varises dan sebenarnya normal dialami oleh mamil. sekitar 20-30% mamil mengalami Varises atau pelebaran Vena di trimester ketiga atau saat usia kehamilan sudah melebihi 32 minggu. Vena adalah pembuluh darah yang bertugas menyalurkan darah kotor kembali ke jantung.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Pada vena terdapat katup-katup yang mencegah membalik nya aliran darah. Sepanjang kehamilan, Yolume dan tekanan darah di tubuh Mama meningkat seiring dengan pertumbuhan janin. Tidak hanya itu, kondisi hormon di tubuh Mama pun mengalami perubahan drastis sebagai akibat dari berlangsungnya proses kehamilan. Kedua faktor tersebut turut menyebabkan pembuluh darah membesar. Progesteron adalah hormon yang paling berpengaruh dalam menyebabkan pelebaran pembuluh darah.

GEJALA TAK MENONJOL 6ecara umum, Varises lebih banyak dialami oleh perempuan ketimbang lakilaki, karena jaringan kulit perempuan lebih lunak. 9arises dapat timbul di bagian tubuh mana saja tanpa bisa dicegah sebelumnya. Khusus pada mamil, Varises kebanyakan ditemui di kaki, namun bisa juga timbul di tangan, perut, usus besar, vulva kelamin luar, dan vagina. varises di Vagina biasanya timbul saat usia kehamilan sudah tua, ketika ukuran janin dan rahim sama-sama membesar.

Pembesaran rahim memberikan tekanan pada pembuluh darah di daerah panggul dan pembuluh darah besar vena cava inferior, sehingga timbul penyumbatan relatif. Dinding pembuluh darah meregang dan membuat Vena membengkak hingga terlihat di bawah kulit atau jaringan mukosa. Varises di Vagina, umumnya tidak menimbulkan gejala yang terlalu menonjol. Biasanya mamil hanya merasakan pegalpegal di area organ intim, kemudian, saat beraktivitas sehari-hari ataupun ketika berhubungan intim akan merasa tidak nyaman di area tersebut.

Bila diperhatikan lebih dekat akan terlihat adanya Varises atau pembesaran Vena pada Vagina dan permukaan labia mayora bibir Vagina tampak tidak rata atau terasa ada benjolan. BISAKAH MELAHIRKAN NORMAL? Jangan khawatir, Ma, umumnya Varises di Vagina tidak membahayakan janin ataupun memengaruhi proses persalinan. Asalkan, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kandungan dan kesehatan Mama baikbaik saja, maka Mama tetap berpeluang untuk dapat melahirkan secara normal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Jadi Sering Buang Angin Bag3

? Makanan sedikit tapi sering. Bila terbiasa makan tiga kali se hari dengan porsi normal, sekarang Mama bisa membaginya dalam lima porsi kecil yang dimakan 5-6 kali dalam sehari. Ini akan membantu kinerja lambung, sehingga produksi gas bisa dikurangi. ? Konsumsi yoghurt. Kandungan prebiotik dalam yoghurt dipercaya bisa menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Pasalnya, keseimbangan bakteri yang berada dalam usus juga bisa memengaruhi seberapa banyak gas yang akan diproduksi oleh tubuh. Namun, bagi Mama yang mengalami alergi laktosa, sebaiknya tidak mengonsumsi susu dan olahannya, karena bisa berefek sebaliknya, yaitu “bergas”.

? Jangan ditahan. Semakin ditahan, maka akan menjadi semakin banyak gas yang menumpuk dalam perut dan membuat perut menjadi tidak nyaman. Untuk itu, sebaiknya Mama tak menahan sendawa atau pun buang angin demi kebaikan. Hanya saja, pilih cara yang sesuai untuk mengeluarkannya, semisal menutup mulut dengan saputangan saat sendawa, buang angin di toilet atau ruang terbuka. Mama juga bisa memberitahukan orang sekitar terlebih dahulu agar Mama maupun kerabat menjadi lebih nyaman.

? Konsultasi bila merasa tak nyaman. Sering buang angin atau sendawa sebenarnya terbilang wajar, namun bila Mama merasa kembung tak juga usai, sering mual, dan pusing, buang gas terlalu sering dan berbau busuk, segera konsultasikan pada dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat, ya, Ma.

Mamil Merokok, Anak Perempuan Pubertas Dini Hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli dari Australian National University, Canberra, Australia menyimpulkan, anak-anak perempuan yang lahir dari para mama yang tetap merokok selama hamil berisiko mengalami pubertas dini. “Menstruasi pada usia terlalu dini berkaitan dengan semakin tingginya risiko kanker rahim, endometrium, dan payudara di masa dewasa,” kata Alison Behie, salah satu peneliti. Studi yang dimuat di jurnal Human Reproduction ini menambah panjang daftar risiko yang bisa dihadapi anak jika mama tetap merokok selama hamil, mulai kelahiran dengan berat badan rendah, asma, diabetes tipe 2, hingga obesitas.

Sumber : https://eduvita.org/

Bersalin Dengan Bpjs Kesehatan Masih Bikin Deg-Degan Bag3

Oleh karena itulah, jika peserta BPJS Kesehatan mendapati hal-hal yang tidak dimengerti, menurutnya, datang saja ke kantor BPJS Kesehatan setempat dengan membawa bukti-bukti otentik. Nanti pihak BPJS Kese hatan yang mengonfi rmasi laporan tersebut kepada pihak rumah sakit yang dimaksud.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Hanya Untuk Keperluan Medis

Penting juga diketahui, BPJS Kesehatan hanya menanggung hal-hal dalam ruang lingkup medis. Di luar itu, sekalipun ada dalam rangkaian tindakan medis, tidak akan ditanggung atau dipinjamkan. Contohnya, pakaian dan pembalut usai bersalin, popok dan baju bayi, yang semuanya harus kita sediakan sendiri dari rumah. Kalaupun ada pihak rumah sakit yang menyediakannya, itu merupakan kebijakan masing-masing, bukan kewajiban. Inilah yang dialami Mama Ramdania.

“Karena ikut BPJS Kesehatan, saya tidak membayar bia ya menginap seper ser pun. Juga tindakan dokter, perlengkapan bayi, fasilitas seperti popok, baju bayi, kasur bayi, imunisasi pertama, dan biaya penginapan selama dua hari, semua gratis,” katanya. Tapi, Mama Ramdani di menyayangkan BPJS Kesehatan yang tidak memberikan pelayanan peme riksaan golongan darah bagi bayi baru lahir. Beda halnya dengan asuransi swasta yang memberikan fasilitas tersebut.

Hal ini pun disayangkan oleh Mama Indah, “Standarnya, kan, bayi baru lahir mendapatkan beberapa tindakan, selain pemberian salep mata antibiotik, vitamin K, imunisasi Hepatitis B1 dan Polio, juga harusnya bayi baru lahir mendapatkan pemeriksaan golongan darah, apalagi pada ibu berdarah ABO seperti saya, juga pemeriksaan billirubin pada bayi. Bayi dari ibu golongan darah ABO menurut WHO berisiko meng alami kuning.”

Tata Cara Masih Ribet

Tata cara kepesertaan BPJS Kesehatan untuk bayi baru lahir juga tak kalah banyak dikeluhkan. Di sinilah Mama Indah berdebar-debar untuk kedua kalinya. Informasi yang separuh-separuh membuat suaminya yang ikut BPJS Kesehatan Karyawan (bukan mandiri/perorangan) harus tunggang langgang mengurus kepesertaan untuk bayinya. Meleset sedikit, argo biaya perawatan bayinya langsung jalan dan ia harus menanggung sendiri dari koceknya. Ia tidak tahu-menahu bahwa sesuai Permenkes No. 59 tahun 2014, bayi yang dilahirkannya akan otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Mainan Mirip Yang Solutif

Si kecil kedatangan sepupunya. Apakah terjadi perebutan mainan di antara mereka? Untuk membuat sesi bermain anak-anak tetap lancar, sediakan beberapa mainan yang mirip. Ini merupakan langkah antisipasi saat si kecil sedang bermain berdampingan tanpa mau berbagi. Tujuannya, selain menghindari aksi perebutan yang berakhir tangis, juga agar aktivitas bermain bersama ini dapat memancing dan mengembangkan hubungan timbal balik di antara mereka.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Punya Sahabat Bikin Anak Sehat

Sejumlah jajak pendapat yang dihimpun stasiun televisi afi liasi CNN, WCBS, menyingkap, anak-anak yang memiliki sahabat lebih sehat secara fisik dan emosional. Menurut pakar pola asuh, Tammy Gold, ini karena umumnya anak lebih terbuka dan bahagia saat memiliki sahabat. “Ketika anak merasa gembira, antibodinya akan naik dua kali lipat dari biasanya sehingga mereka tidak rentan terhadap penyakit infeksi,” papar Gold. Selain itu, “bersama Dengan sahabat, anak-anak bisa lebih dapat mengekspresikan emosi sehingga mempunyai pelampiasan, juga belajar berkoneksi dengan manusia lain,” tambahnya. Meski begitu, anak-anak yang tidak mempunyai sahabat pun tidak buruk. “Jika anak pemalu, pendiam, itu pun baik-baik saja. Sepanjang mereka bahagia, orangtua perlu terus mendukung mereka.”

Orangtua Menunda, Dokter Mengabulkan

Survei yang dilakukan terhadap dokter anak dan keluarga di Amerika Serikat menemukan, orangtua sering meminta dokter menunda pemberian vaksin bagi anaknya. Meski para dokter ini memahami konsekuensinya jika menunda vaksinasi, mereka sering mengabulkan permintaan tersebut. Temuan ini dimuat di jurnal Pediatrics seiring dengan merebaknya wabah campak pada beberapa waktu lalu, yang diduga berasal dari salah satu pengunjung Disneyland yang tidak mendapat vaksinasi dan telanjur terinfeksi saat berkunjung ke negara lain. “Hanya sedikit dari orangtua yang bersedia untuk anaknya divaksinasi,” kata Dr. Allison Kempe, dokter anak dari Children’s Hospital Colorado, yang memimpin penelitian ini. “Lebih banyak orangtua yang menundanya untuk jangka waktu lama. Dokter pun akhirnya menyerah setelah berkali-kali mencoba membujuk. Tapi, belajar dari wabah campak di Disneyland, para orangtua sebaiknya menyadari pentingnya vaksinasi bagi anak-anak mereka,” pungkasnya.

Ini Yang Harus Dilakukan

Periksakan diri secara rutin dan juga berkonsultasi, terutama bagi Mama yang memiliki siklus menstruasinya tidak teratur sehingga dokter bisa ikut memantau dan memastikan apakah Mama sedang hamil atau tidak. Karena risiko kehamilan tersembunyi lebih banyak terjadi pada perempuan yang berkelebihan berat badan, maka upaya menurunkan berat badan sa ngat dianjurkan.

Jika Mama curiga hamil tapi hasil test pack negatif, jangan segan untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan pemeriksaan u lang yang lebih lengkap dan akurat. Terakhir, perempuan yang aktif dengan hubungan seksual, perlu membekali diri sendiri dengan pengetahuan mengenai tanda-tanda kehamilan awal. Banyak-banyaklah membaca lalu bertanya, baik kepada dokter atau orang lain yang lebih memiliki pengalaman. Ketika tubuh mengirimkan sinyal yang tidak sama dari biasanya, segera lakukan tes kehamilan.

Janin Sangat Tenang

Adalah normal bayi dalam kandungan bergerak-gerak, utamanya saat trimester ke dua. Namun, tidak semua mamil merasakan gerakan janin dalam kandungan. Ini bisa ter jadi karena janin sangat tenang atau karena plasenta berada di depan janin sehingga Mama tidak merasakan dirinya sedang hamil. Normalnya, untuk kehamilan pertama, Mama merasakan gerakan janin pada usia kehamilan di atas minggu ke-20, sedangkan pada kehamilan ke-2 dan seterusnya, gerakan janin dirasakan lebih awal, yaitu usia kehamil an di atas 16 minggu atau 18 minggu.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

  • TERBIASA MENGALAMI MUAL Mamil yang memiliki gangguan lambung bisa “tertipu” de ngan gejala kembung dan mual. Mama mungkin mengira gangguan lambung atau magnya kambuh, padahal sedang hamil.
  • PERDARAHAN SELAMA HAMIL Khususnya selama bulan-bulan pertama, sehingga membuat Mama berpikir dirinya masih menstruasi. INI RISIKONYA! Wajarnya, masa-masa kehamilan dipersiapkan dengan baik dan penuh sukacita. Mama jadi lebih menjaga asupan makanannya, menjaga pola istirahat dan emosinya, termasuk banyak mengurangi aktivitasnya. Semua ini, tentu tak terjadi pada Mamil yang mengalami kehamilan tersembunyi. Mama yang tidak mengetahui atau terlambat mengtahui bahwa dirinya hamil, tentu tidak tahu dengan perkembangan janinnya. Apakah terdapat kelainan pada kehamilannya atau tidak, jadi tidak terpantau serta juga tidak dapat mengetahui usia kehamilannya dengan benar.

Begitu juga dengan kapan tanggal perkiraan persalinannya, karena si mamil tidak pernah memeriksakan diri ke bidan dan dokter. Padahal, ketidaktahuan akan adanya kehamilan ini sangat berisiko bagi janin. Pasalnya, trimester awal kehamilan merupakan masa pembentukan organ-organ penting tubuh bayi. Asupan gizi yang baik dan pola hidup sehat sangat mutlak diperlukan pada masa sekarang ini. Hal ini kadang terlewatkan apabila Mama tidak tahu bahwa dirinya sedang hamil. Bahkan, pada beberapa kasus, mamil telah mengalami keguguran karena stres dan terlalu lelah karena beraktivitas.

INI YANG HARUS DILAKUKAN! “Bersahabatlah” dengan dokter kandungan ketika Mama sudah mulai merencanakan kehamilan.

Sumber : pascal-edu.com

Peluncuran Science Center

sat-jakarta.com – Demi meningkatkan kesehatan masyarakat, Wyeth Nutrition meluncurkan “Wyeth Nutrition Science Center” (WNSC). WNSC hadir untuk menginformasikan pentingnya gizi dengan memfasilitasi pertukaran pengetahuan mengenai nutrisi berbasis ilmiah. “Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan dukungan gizi terbaik untuk masa depan yang sehat, kami memahami bahwa gizi merupakan kontributor penting untuk kesehatan.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Wyeth Nutrition Science Center Indonesia akan menjadi wadah pertukaran ilmiah antar praktisi kesehatan di bidang gizi berbasis bukti ilmiah, sekaligus mendorong riset ilmiah lokal untuk menghasilkan data yang bermanfaat untuk mendukung gizi optimal,” papar Vice President Director PT Wyeth Nutrition Indonesia, Alejandro Septien E., di Ritz Carltron Pacifi c Place, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

selanjutnya Alejandro menerangkan, di samping permasalahan gizi, WNSC juga akan membahas dalam hal perkembangan sistem belajar anak, mental anak, anak-anak yang memilih makanan dan prebiotik. Akan tetapi sampai saat ini WNSC ditujukan untuk para profesional dan praktisi kesehatan. Dalam diskusi tersebut, Dr. dr. Eddy Fadlyana Spa(K), MKes., Ketua Unit Kerja Tumbuh Kembang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, “Untuk dapat membantu keberhasilan anak dalam belajar, orangtua sebaiknya memahami bagaimana proses belajar anak lebih dulu.

Sehingga nantinya orangtua dapat mendukung anak denganc ara memberikan akses ke mainan dan alat yang tepat, menciptakan lingkungan yang aman, memberikan stimulasi, interaksi dan pengalaman yang positif. Sekaligus tentunya gizi yang cukup pada saat yang tepat.” Dr. Djaja Nataatmadja, Senior Medical Manager PT Wyeth Nutrition Indonesia mengatakan, “Orangtua di Asia, termasuk Indonesia sangat termotivasi untuk membesarkan anak-anak yang pintar. Namun, kadang kala mereka kurang memahami proses belajar alami anak. WNSC memfasilitasi diskusi untuk memberikan informasi mengenai proses belajar ini, dan bagaimana para orangtua dapat membantu anak-anak mereka dengan memberikan gizi yang tepat.”

WNSC didesain sebagai wadah diskusi dan kolaborasi ilmiah antar praktis kesehatan, mendorong riset lokal untuk memajukan praktik gizi berbasis bukti ilmiah dan memberikan akses yang lebih luas ke data dan arahan klinis terbaru di bidang gizi, serta meningkatkan kesadaran para praktisi kesehatan akan pentingnya informasi ilmiah. Nantinya WNSC juga akan mengundang ahli gizi untuk berbagai ilmu gizi terbaru dengan para praktisi dan akademisi kesehatan.