Serambi Mekah Kembali Berderak Bagian 2

Hampir 50 tahun lalu, tepatnya pada 1967, gempa serupa terjadi dengan magnitudo 6,1. Penyebabnya sama: pergeseran Sesar Samalanga-Sipopok. Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofsika menunjukkan gempa Pidie Jaya disebabkan oleh aktivitas sesar mendatar (strike-slip fault). M enurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, pemicunya adalah Sesar Samalanga-Sipopok yang bergerak ke arah barat daya timur laut.

Pergerakan horizontal Sesar Samalanga-Sipopok memicu gempa dengan panjang bidang mencapai 30 kilometer. Guncangan itu tak hanya mengejutkan warga Aceh, tapi juga para peneliti gempa. Sesar di daratan seperti Samalanga Sipopok selama ini memang seakan-akan luput dari pantauan para periset gempa.

Serambi Mekah Kembali Berderak

GEMPA melanda tiga kabupaten di Aceh pada 7 Desember lalu. Gempa dengan magnitudo 6,5 selama 15 detik itu merengkahkan jalan-jalan di Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen. Belasan ribu rumah roboh dan rusak berat. Begitu pula ratusan toko, puluhan masjid, juga sekolah dan rumah sakit. Sedikitnya 100 orang tewas, ratusan luka berat dan ringan, serta 11 ribu orang mengungsi.

Pemerintah bergerak cepat menangani bencana. “Prioritas tanggap darurat adalah pencarian dan penyelamatan korban,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. Lindu memang menyerang daerah padat penduduk: ada 145 ribu warga Pidie Jaya dan masing-masing 400 ribu di Pidie dan Bireuen. Gempa yang dimulai pada pukul 05.03 ini bukan yang pertama.

Bandang di Bandung

PADA November lalu, Bandung dilanda banjir yang terparah dalam lima dekade terakhir. Setidaknya ada sepuluh lokasi banjir di Kota Kembang ini. Bahkan daerah yang selama ini bebas dari banjir, Stasiun Kereta Api, turut terendam. Menurut para ahli, ada dua proses hidrologis yang gagal. Pertama, tanah tak mampu menyerap luapan air. Kedua, aliran banjir tak cukup mendapat “penampung”, seperti sungai, situ, dan jaringan drainase. Alih fungsi dan kerusakan masif di Kawasan Bandung Utara dituding sebagai biangnya.

Menyemai Padi Di Luar Angkasa

Untuk pertama kalinya, materi riset sejumlah siswa sekolah menengah atas dari Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Barat, dan Papua mengorbit sejauh 400 kilometer dari bumi. Pada Maret lalu, bahan penelitian mereka, berupa bibit padi dan ragi di dalam sebuah lab mikro, dibawa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Di sana, pertumbuhan padi dan ragi bakal dimonitor untuk memprediksi apakah beras dan tempe bisa diproduksi di antariksa.

Daftar Para Pemuda Kaya

Jan Koum (38 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 6,8 miliar Jan Koum adalah imigran dari Uni Soviet ke Amerika Serikat, yang mendirikan Whats App pada tahun 2009. Saat itu WhatsApp merupakan aplikasi pertama yang memungkinkan orang berkirim pesan antarpon sel dan lintas negara secara gratis cukup dengan ponsel mereka.

Baca juga : harga iphone

Saat ini merupakan layanan antarpesan terbesar di dunia dengan 430 juta pengguna aktif, lebih besar dari Skype dan Snapchat digabung jadi satu. Nama WhatsApp diakuinya me mang merupakan plesetan dari “what’s up?” alias “ada apa?”. Sejak remaja, sekitar 16 tahun, Koum memang sudah tertarik pada dunia hacking dan jaringan. Setelah lulus San Jose State University ia sempat men cicipi kerja di Yahoo!. Kini, mi natnya tersebut telah mengan tarnya menjadi miliuner, apalagi setelah WhatsApp dibeli senilai US$ 19 miliar oleh Facebook.

Liu Qiangdong (39 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 2,7 miliar Mungkin situs JD.com atau 360jindong.com asing bagi Anda. Memang situsnya juga berbahasa Cina. Ini merupakan situs belanja yang seharinya bisa meraup 500 ribu lebih order sehari.

Robert Pera (35 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 2,7 miliar Robert Pera menurpakan pendiri dan CEO Ubiquiti Net works, Inc. Sebelumya, tahun 2003- 2005, Pera merintis karir sebagai insinyur wotreless di Apple, Inc. Katanya, “ Apple adalah perusahaan yang hebat, namun saya sadar bahwa saya menginginkan sukses yang lebih cepat.” Ubiquiti sendiri merupakan perusahaan yang berpusat di San Jose, California yang mem produksi produk-produk wire less yang terutama fokus pada pasar yang sedang berkembang dan kadang dilupakan.

Eduardo Saverin (31 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 4,1 miliar Kelahiran Brasil ini juga merupakan salah satu pendiri Facebook. Kepemilikan saham nya di Facebook kurang dari 5 persen. Sejak 2009 ia memilih tinggal di Singapura. Di sana ia berinvestasi pada beberapa startup seperti Qwiki dan Jumio. Kegemarannya berinvestasi sudah terjangkit sejak masih kuliah, antara lain ditunjuk kan dengan posisinya sebagai President dari Harvard Invest ment Association. Tahun 2006 ia lulus secara magna cum laude sebagai sarjana ekonomi dari Harvard University.

Peluncuran Science Center

sat-jakarta.com – Demi meningkatkan kesehatan masyarakat, Wyeth Nutrition meluncurkan “Wyeth Nutrition Science Center” (WNSC). WNSC hadir untuk menginformasikan pentingnya gizi dengan memfasilitasi pertukaran pengetahuan mengenai nutrisi berbasis ilmiah. “Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan dukungan gizi terbaik untuk masa depan yang sehat, kami memahami bahwa gizi merupakan kontributor penting untuk kesehatan.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Wyeth Nutrition Science Center Indonesia akan menjadi wadah pertukaran ilmiah antar praktisi kesehatan di bidang gizi berbasis bukti ilmiah, sekaligus mendorong riset ilmiah lokal untuk menghasilkan data yang bermanfaat untuk mendukung gizi optimal,” papar Vice President Director PT Wyeth Nutrition Indonesia, Alejandro Septien E., di Ritz Carltron Pacifi c Place, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

selanjutnya Alejandro menerangkan, di samping permasalahan gizi, WNSC juga akan membahas dalam hal perkembangan sistem belajar anak, mental anak, anak-anak yang memilih makanan dan prebiotik. Akan tetapi sampai saat ini WNSC ditujukan untuk para profesional dan praktisi kesehatan. Dalam diskusi tersebut, Dr. dr. Eddy Fadlyana Spa(K), MKes., Ketua Unit Kerja Tumbuh Kembang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, “Untuk dapat membantu keberhasilan anak dalam belajar, orangtua sebaiknya memahami bagaimana proses belajar anak lebih dulu.

Sehingga nantinya orangtua dapat mendukung anak denganc ara memberikan akses ke mainan dan alat yang tepat, menciptakan lingkungan yang aman, memberikan stimulasi, interaksi dan pengalaman yang positif. Sekaligus tentunya gizi yang cukup pada saat yang tepat.” Dr. Djaja Nataatmadja, Senior Medical Manager PT Wyeth Nutrition Indonesia mengatakan, “Orangtua di Asia, termasuk Indonesia sangat termotivasi untuk membesarkan anak-anak yang pintar. Namun, kadang kala mereka kurang memahami proses belajar alami anak. WNSC memfasilitasi diskusi untuk memberikan informasi mengenai proses belajar ini, dan bagaimana para orangtua dapat membantu anak-anak mereka dengan memberikan gizi yang tepat.”

WNSC didesain sebagai wadah diskusi dan kolaborasi ilmiah antar praktis kesehatan, mendorong riset lokal untuk memajukan praktik gizi berbasis bukti ilmiah dan memberikan akses yang lebih luas ke data dan arahan klinis terbaru di bidang gizi, serta meningkatkan kesadaran para praktisi kesehatan akan pentingnya informasi ilmiah. Nantinya WNSC juga akan mengundang ahli gizi untuk berbagai ilmu gizi terbaru dengan para praktisi dan akademisi kesehatan.

Sop Iga Kuah Miso dan Brokoli Masak Bawang Putih ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Sop Iga Kuah Miso dan Brokoli Masak Bawang Putih ala Catering Pernikahan Jakarta

Sop Iga Kuah Miso

Bahan: 750 gram iga sapi, potong-potong, rebus 100 gram baby pokcoy, belah 2 bagian 5 buah jamur shitake segar, iris 2 siung bawang putih, cincang 2 sendok makan miso 1 sendok makan kecap asin jepang 1/2 sendok makan garam 1/4 sendok teh merica 1500 ml kaldu sapi 2 batang daun bawang kecil, iris halus 1 sendok makan minyak goreng untuk menumis

Cara membuat: 1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih hingga harum. Sisihkan. 2. Rebus kaldu hingga mendidih. Masukkan iga sapi, tumisan bawang putih, shitake, kecap asin, garam, dan merica. Aduk rata. 3. Tambahkan miso masak hingga matang. 4. Masukkan daun bawang menjelang diangkat.

Brokoli Masak Bawang Putih by rebornmind.org

Bahan: 300 gram brokoli ukuran sedang, potong perkuntum 50 gram kembang tahu, rendam, potong potong 150 gram udang jerbung, kupas sisakan ekornya, belah punggung 2 siung bawang putih, cincang kasar 2 sendok teh kecap ikan 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh gula pasir 1/4 sendok teh merica bubuk 200 ml kaldu ayam 1/2 sendok teh minyak wijen 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat: 1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. 2. Masukkan udang. Aduk hingga berubah warna. 3. Tambahkan brokoli dan kembang tahu. Aduk rata. Masukkan kecap ikan, garam, gula dan merica. Aduk rata. 4. Tuang kaldu. Masak hingga matang. 5. Tambahkan minyak wijen menjelang diangkat. Aduk rata.

Ayam Masak Madu Lemon by revogayahidup.com

Bahan: 1 ayam, potong 12 bagian 2 lembar daun salam 2 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir 1.000 ml air 6 siung bawang putih, haluskan minyak untuk menggoreng

Bahan balutan: 2 siung bawang putih, cincang halus 1 sendok makan saus tiram 1 sendok teh kecap inggris 3 sendok teh madu 1/8 sendok teh merica bubuk 100 ml air 1 sendok makan air jeruk lemon 1 sendok makan mentega, untuk menumis

Cara membuat: 1. Rebus air, daun salam, garam, gula, merica, dan bawang putih hingga mendidih. 2. Masukkan ayam. Masak hingga matang dan meresap. Angkat. 3. Goreng ayam menggunakan minyak yang sudah dipanaskan hingga berkulit. 4. Saus, panaskan mentega. Tumis bawang putih sampai harum. 5. Masukkan ayam. Aduk rata. Tambahkan saus tiram, kecap inggris, madu, garam, gula, dan merica. Aduk rata. 6. Tuang air. Masak sampai meresap. Menjelang diangkat, masukkan air jeruk lemon. Aduk rata.

Pasta Salad dan Mix Salad ala Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Pasta Salad dan Mix Salad ala Catering Sehat Jakarta

Pasta Salad

Bahan pasta: 100 gram makaroni, rebus

Bahan salad: 200 gram letus, sobek-sobek 100 gram buncis, potong 2 cm, direbus 1 buah ketimun jepang, buang biji, serut dengan peeler 50 gram kacang polong 1 buah wortel, parut sawut 2 butir telur rebus, cincang kasar

Bahan saus: 100 gram mayones 1/2 sendok teh mustard 1/2 sendok teh cuka 2 sendok teh air jeruk lemon 1/2 sendok teh merica hitam bubuk 1 batang daun mint, ambil daunnya, cincang kasar 1 siung bawang putih, cincang halus 4 buah anchovy, cincang kasar 3 buah gherkin, cincang kasar

Cara membuat: 1. Campur semua bahan saus. 2. Tata semua bahan salad dan macaroni. 3. Sajikan bersama saus.

Mix Salad

Bahan: 150 gram lettuce, sobek-sobek 70 gram head lollo rossa, sobek sobek 40 gram head oak leaf salad, sobek-sobek 40 gram rocket leave, petiki 150 gram wortel, serut dengan peeler 150 gram ketimun jepang, buang biji, serut dengan peeler 2 buah tomat, potong-potong 2 buah bawang bombay kecil, belah 2 bagian, iris halus

Bahan saus: 100 gram mayones 25 gram almond slice, sangrai, cincang kasar 1/2 sendok teh mustard 2 sendok makan saus tomat 2 buah gherkin, cincang halus 50 gram nanas, cincang kasar 1/4 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk 1/2 sendok teh gula pasir 1 sendok makan air jeruk lemon

Bahan pelengkap: 2 sendok makan bacon bits

Cara membuat: 1. Saus, campur semua bahan. 2. Tata semua bahan. Siramkan saus. Aduk dan langsung disajikan bersama pelengkap.

Huzarensla

Bahan: 100 gram bit, rebus, potong kotak 1 cm 1 buah kentang, kukus, potong kotak 1 cm 200 gram daun selada, sobek sobek 1 batang daun bawang, potong 1 cm 1 buah bawang bombay, potong potong 100 gram smoked beef, potong kotak, tumis 1 buah tomat, potong-potong 1 buah apel, kupas, potong kotak, beri perasan 1 sendok makan air jeruk lemon 2 butir telur, rebus, potong-potong

Bahan saus: 100 gram mayones 2 kuning telur rebus, haluskan 1 sendok teh cuka 1/4 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk 1/4 sendok teh gula pasir

Cara membuat: 1. Saus, aduk mayones , kuning telur rebus, cuka, garam, merica bubuk, dan gula pasir hingga rata. 2. Tata selada, kentang, daun bawang, pearl onion, bit, smoked beef, tomat, apel, dan telur. 3. Siramkan saus.

Taruna di Daftar Nobel

NAMA ilmuwan Indonesia berdarah Makassar, Taruna Ikrar, masuk daftar calon peraih Nobel Kedokteran 2016 pada Juli lalu. Penelitian yang membawanya ke ajang prestisius itu adalah optogenetic laser stimulation, metode penggunaan spektrum cahaya tertentu untuk mengaktifan sel saraf. Teknik ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit otak, seperti parkinson, epilepsi, dan skizofrenia. Penghargaan Nobel diberikan setiap tahun kepada orang yang berkontribusi besar terhadap masyarakat.

Tahun ini, Taruna harus bersaing dengan lebih dari 270 ilmuwan bidang kedokteran dari seluruh dunia. Sayang, dia belum berhasil membawa pulang medali Nobel. Taruna adalah anak kelima— dari sepuluh bersaudara— pasangan Abubakar dan Hasnah Lawani. Pria 47 tahun ini menyelesaikan pendidikan dokternya di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 1997, dan pendidikan magister farmakologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2003.

Gelar doktoral dia dapat dari Niigata University, Jepang, pada 2008. Setelah itu, Taruna menempuh pendidikan post-doctoral di University of California, Irvine, yang kini juga menjadi tempatnya mengabdi sebagai pengajar sekaligus peneliti. Sejauh ini, Taruna sudah menelurkan 56 penelitian penting. Salah satu yang sudah dipatenkan adalah “High Resolution and Fast Functional Mapping of Cortical Circuitry Through a Novel Combination of Voltage Sensitive Dye Imaging and Laser Scanning Photostimulation”. Ini adalah metode pemetaan otak manusia dengan teknik laser yang bisa menggambarkan dinamika sel-sel di sana secara amat terinci.

Mereka yang Muda Kaya Raya

Dari 1645 orang tajir yang masuk dalam daftar Forbes Billion- aires tahun 2014 ini, sejumlah 31 orang di antaranya berada di bawah umur 40 tahun. Tahun ini, daftar itu harus menyisihkan dua orang tajir yang baru saja melewati “usia psikologis” untuk disebut tua, yaitu pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page, yang sudah melampaui usia 40 tahun.

Baca juga : net89

Malah dalam kelompok baru ini terdapat miliuner termuda dalam keseluruhan daftar. Menariknya, dalam daftar kaum muda kaya-raya ini terdapat orang-orang yang berkecimpung dalam dunia teknologi informasi dan telekomunikasi. Siapa saja mereka? Dan apa inspirasi yang bisa kita petik?

Drew Houston (30 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 1,2 miliar Houston adalah cofounder dan CEO Dropbox, layanan penyimpan an dan backup online. Ia mendiri kan Dropbox bersama Arash Fer dowsi pada tahun 2007. Si Arash ini ditemuinya di persaudaraan Phi Delta Theta sebuah organisasi ma hasiswa di kampus Massachusetts Institute of Technology, di mana ia meraih sarjana komputernya.

Drew Houston disebut sebagai pengusaha paling menjanjikan di bawah usia 30 oleh Business Week, demikian juga oleh inc.com. Oleh Business Insider, Dropbox dianugerahi predikat 20 startup terbaik di Sillicon Valley. Menurut Houston, 5 orang terdekat akan menentukan jalan hidup kita. Tanpa teman-temannya di MIT, maka ia tak akan mendapat dorongan untuk sukses. “Dapatkah Anda membayangkan Michael Jordan tidak mengenal NBA dan hanya bergaul dengan sekumpulan orang di Itali?” tanyanya.

Mark Zuckerberg (29 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 28,5 miliar Pendiri Facebook. Kekayaan nya melimpah terutama sejak perusahaannya melantai ke bursa saham pada tahun 2012. Ya, dia tetap tajir meski sebagai CEO di perusahannya sejak 2013 hanya minta digaji satu dollar AS saja. Mark bersama dengan keem pat temannya di Harvard Univer sity yaitu Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, and Chris Hughes, Zuckerberg mengembangkan Facebook.

Lima sekawan ini kemudian menyebar kan Facebook ke kampus-kampus lain di seluruh negeri dan berkan tor di Palo Alto, California. Pada tahun 2007, pada umur 23 tahun, Zuckerberg sudah menikmati ke suksesan Facebook dan menjadi miliuner. became a billionaire as a result of Facebook’s success. Tahun 2010, Time menobat kannya masuk dalam 100 orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia dalam Person of the Year. Tahun itu pula, kisah Zuckerberg di­ lmkan dan diperankan oleh Jesse Eisenberg dalam judul The Social Network.

Pentas Teater Payung Hitam, Post Haste di Bandung

Pentasnya kerap ditandai elemen properti: baret, sepatu lars, lencana, mizan, palu pengadilan, lampu suar, tulang-belulang, tambur, pistol, bola beban, borgol, rekaman pidato pejabat, suara tembakan, gemuruh helikopter. Ia juga mengeksplorasi benda bergerak seperti gerobak dorong, dipan beroda, dan otopet. Ingat pementasan DOM, misalnya: empat jenderal bertopeng badut lengkap dengan baret dan tanda kebesaran awalnya bertepuk tangan seperti menikmati musik. Gerak-gerik tubuhnya sama. Tak ada sepatah kata pun yang keluar. Pistol diketuk-ketukkan di meja.

Saat seseorang yang terbujur di atas papan beroda berlalu-lalang di depan mereka, serentaklah pistol ditembakkan. Rachman ingin membuktikan bahwa hal-hal pam?etis militer saat itu menarik diangkat ke wilayah estetis sebagai parodi. ”Aktor-aktor Payung Hitam sering menyajikan tubuh massa yang agresif, tapi juga tubuh visual yang menonjolkan rupa serta komposisi,” kata Benny Johanes, pengamat teater. Memang kekuatan Rachman dalam menonjolkan tubuh tak hanya menampilkan tubuh liar tak beraturan, tapi ia sangat sadar terhadap komposisi visual. Dalam pertunjukan Post Haste, misalnya, muncul permainan aktor dengan dinding-dinding penyekat.

Tripleks-tripleks yang sudah lusuh itu digeser ke kanan dan kiri oleh aktor-aktornya. Setiap kali sekat bergeser, penonton disuguhi adegan aktor yang berbeda. Terasa komposisinya mengasyikkan. Dalam banyak pertunjukan sebelumnya, Rachman menghadirkan imaji-imaji pa- tung jenderal berseragam lengkap tanpa kepala, tokoh dewi keadilan menenteng neraca, penabuh genderang berkepala lima, sementara punggungnya bercabang empat, kepala boneka berbaret satuan-satuan elite militer, yang menarik secara visual. Beberapa tahun lalu, Rachman pernah terkena stroke. Saat itu ia tengah menyiapkan karya Puisi Tubuh yang Runtuh. ”Sebagai orang yang mengandalkan kekuatan tubuh, saya justru kehilangan tubuh saya. Tubuh saya tidak berdaya.

Saya tidak bisa ngomong. Saya tidak bisa berjalan,” tutur Rachman. Ia bercerita bagaimana ketika terkena stroke itu ia mulai menyadari batas-batas kekuatan tubuh. Menyadari keangkuhan kekuatan tubuhnya. ”Saat itu saya minder. Wajah saya rusak. Dua bulan saya tidak ke luar rumah, hanya di dalam kamar.” Tapi kemudian perlahan dia memberanikan diri meneruskan latihan. Dan itu ternyata mempercepat pemulihan dirinya. Puisi Tubuh yang Runtuh penuh adegan jatuh-bangun. ”Saya jadi menyadari betapa luar biasanya pancaindra.” Kini Rachman memasuki fase yang lain. Ia sekarang menempa diri melakukan latihan-latihan di sawah-sawah di perdesaan Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, dan pelosok Jawa Barat lainnya.

Dia mempersiapkan diri sebuah karya tunggal: Tubuhku Ingin Menjelma Menjadi Padi Merunduk. Rachman mencari akar tubuh kultur petani. ”Saya melihat saat petani membajak, mengalirkan alir ke selokan, memasang bebegig—untuk mengusir burung-burung sangat indah dilihat, meski tidak dimaksudkan untuk ditonton.” Rachman ingin kembali ke tubuh arkaik. Mencari akar-akar spiritual tubuh agraris. Ia muak dengan segala kosmetik tubuh-tubuh di segala acara televisi yang menurut dia cenderung palsu. Entah pengembaraannya ke sawah-sawah ini akan menghasilkan pementasan seperti apa.

Selama ini yang ditonjolkan Payung Hitam cenderung unsur tubuh yang keras dan terasa sangat maskulin. Yang jelas, Rachman dalam ulang tahun teaternya yang ke-34 ini makin meyakini teater tubuh adalah jenis teater yang lebih strategis dalam menyesuaikan diri dengan zaman. Teater tubuh bisa fleksibel, tidak terbatas pada ruang. ”Saya bosan dengan segala kecerewetan kata-kata,” ujarnya.

Tentu juga ia harus menjaga teaternya agar tidak jatuh dalam kecerewetan bendabenda. Rachman berniat mendirikan jurusan teater tubuh di Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung, tempatnya mengajar sehari-hari. Menurut dia, jaringan teaternya di luar negeri banyak membutuhkan keaktoran yang berangkat dari teater tubuh, bukan realis. Juga terutama teater tubuh, menurut dia, pas untuk mengekspresikan masyarakat kita yang sakit. ”Saya percaya, teater tubuh punya keleluasaan yang amat-sangat untuk mengekspresikan kondisi sosial kita.”