Mereka yang Muda Kaya Raya

Dari 1645 orang tajir yang masuk dalam daftar Forbes Billion- aires tahun 2014 ini, sejumlah 31 orang di antaranya berada di bawah umur 40 tahun. Tahun ini, daftar itu harus menyisihkan dua orang tajir yang baru saja melewati “usia psikologis” untuk disebut tua, yaitu pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page, yang sudah melampaui usia 40 tahun.

Baca juga : net89

Malah dalam kelompok baru ini terdapat miliuner termuda dalam keseluruhan daftar. Menariknya, dalam daftar kaum muda kaya-raya ini terdapat orang-orang yang berkecimpung dalam dunia teknologi informasi dan telekomunikasi. Siapa saja mereka? Dan apa inspirasi yang bisa kita petik?

Drew Houston (30 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 1,2 miliar Houston adalah cofounder dan CEO Dropbox, layanan penyimpan an dan backup online. Ia mendiri kan Dropbox bersama Arash Fer dowsi pada tahun 2007. Si Arash ini ditemuinya di persaudaraan Phi Delta Theta sebuah organisasi ma hasiswa di kampus Massachusetts Institute of Technology, di mana ia meraih sarjana komputernya.

Drew Houston disebut sebagai pengusaha paling menjanjikan di bawah usia 30 oleh Business Week, demikian juga oleh inc.com. Oleh Business Insider, Dropbox dianugerahi predikat 20 startup terbaik di Sillicon Valley. Menurut Houston, 5 orang terdekat akan menentukan jalan hidup kita. Tanpa teman-temannya di MIT, maka ia tak akan mendapat dorongan untuk sukses. “Dapatkah Anda membayangkan Michael Jordan tidak mengenal NBA dan hanya bergaul dengan sekumpulan orang di Itali?” tanyanya.

Mark Zuckerberg (29 Tahun)

Kekayaan bersih: US$ 28,5 miliar Pendiri Facebook. Kekayaan nya melimpah terutama sejak perusahaannya melantai ke bursa saham pada tahun 2012. Ya, dia tetap tajir meski sebagai CEO di perusahannya sejak 2013 hanya minta digaji satu dollar AS saja. Mark bersama dengan keem pat temannya di Harvard Univer sity yaitu Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, and Chris Hughes, Zuckerberg mengembangkan Facebook.

Lima sekawan ini kemudian menyebar kan Facebook ke kampus-kampus lain di seluruh negeri dan berkan tor di Palo Alto, California. Pada tahun 2007, pada umur 23 tahun, Zuckerberg sudah menikmati ke suksesan Facebook dan menjadi miliuner. became a billionaire as a result of Facebook’s success. Tahun 2010, Time menobat kannya masuk dalam 100 orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia dalam Person of the Year. Tahun itu pula, kisah Zuckerberg di­ lmkan dan diperankan oleh Jesse Eisenberg dalam judul The Social Network.

Pentas Teater Payung Hitam, Post Haste di Bandung

Pentasnya kerap ditandai elemen properti: baret, sepatu lars, lencana, mizan, palu pengadilan, lampu suar, tulang-belulang, tambur, pistol, bola beban, borgol, rekaman pidato pejabat, suara tembakan, gemuruh helikopter. Ia juga mengeksplorasi benda bergerak seperti gerobak dorong, dipan beroda, dan otopet. Ingat pementasan DOM, misalnya: empat jenderal bertopeng badut lengkap dengan baret dan tanda kebesaran awalnya bertepuk tangan seperti menikmati musik. Gerak-gerik tubuhnya sama. Tak ada sepatah kata pun yang keluar. Pistol diketuk-ketukkan di meja.

Saat seseorang yang terbujur di atas papan beroda berlalu-lalang di depan mereka, serentaklah pistol ditembakkan. Rachman ingin membuktikan bahwa hal-hal pam?etis militer saat itu menarik diangkat ke wilayah estetis sebagai parodi. ”Aktor-aktor Payung Hitam sering menyajikan tubuh massa yang agresif, tapi juga tubuh visual yang menonjolkan rupa serta komposisi,” kata Benny Johanes, pengamat teater. Memang kekuatan Rachman dalam menonjolkan tubuh tak hanya menampilkan tubuh liar tak beraturan, tapi ia sangat sadar terhadap komposisi visual. Dalam pertunjukan Post Haste, misalnya, muncul permainan aktor dengan dinding-dinding penyekat.

Tripleks-tripleks yang sudah lusuh itu digeser ke kanan dan kiri oleh aktor-aktornya. Setiap kali sekat bergeser, penonton disuguhi adegan aktor yang berbeda. Terasa komposisinya mengasyikkan. Dalam banyak pertunjukan sebelumnya, Rachman menghadirkan imaji-imaji pa- tung jenderal berseragam lengkap tanpa kepala, tokoh dewi keadilan menenteng neraca, penabuh genderang berkepala lima, sementara punggungnya bercabang empat, kepala boneka berbaret satuan-satuan elite militer, yang menarik secara visual. Beberapa tahun lalu, Rachman pernah terkena stroke. Saat itu ia tengah menyiapkan karya Puisi Tubuh yang Runtuh. ”Sebagai orang yang mengandalkan kekuatan tubuh, saya justru kehilangan tubuh saya. Tubuh saya tidak berdaya.

Saya tidak bisa ngomong. Saya tidak bisa berjalan,” tutur Rachman. Ia bercerita bagaimana ketika terkena stroke itu ia mulai menyadari batas-batas kekuatan tubuh. Menyadari keangkuhan kekuatan tubuhnya. ”Saat itu saya minder. Wajah saya rusak. Dua bulan saya tidak ke luar rumah, hanya di dalam kamar.” Tapi kemudian perlahan dia memberanikan diri meneruskan latihan. Dan itu ternyata mempercepat pemulihan dirinya. Puisi Tubuh yang Runtuh penuh adegan jatuh-bangun. ”Saya jadi menyadari betapa luar biasanya pancaindra.” Kini Rachman memasuki fase yang lain. Ia sekarang menempa diri melakukan latihan-latihan di sawah-sawah di perdesaan Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, dan pelosok Jawa Barat lainnya.

Dia mempersiapkan diri sebuah karya tunggal: Tubuhku Ingin Menjelma Menjadi Padi Merunduk. Rachman mencari akar tubuh kultur petani. ”Saya melihat saat petani membajak, mengalirkan alir ke selokan, memasang bebegig—untuk mengusir burung-burung sangat indah dilihat, meski tidak dimaksudkan untuk ditonton.” Rachman ingin kembali ke tubuh arkaik. Mencari akar-akar spiritual tubuh agraris. Ia muak dengan segala kosmetik tubuh-tubuh di segala acara televisi yang menurut dia cenderung palsu. Entah pengembaraannya ke sawah-sawah ini akan menghasilkan pementasan seperti apa.

Selama ini yang ditonjolkan Payung Hitam cenderung unsur tubuh yang keras dan terasa sangat maskulin. Yang jelas, Rachman dalam ulang tahun teaternya yang ke-34 ini makin meyakini teater tubuh adalah jenis teater yang lebih strategis dalam menyesuaikan diri dengan zaman. Teater tubuh bisa fleksibel, tidak terbatas pada ruang. ”Saya bosan dengan segala kecerewetan kata-kata,” ujarnya.

Tentu juga ia harus menjaga teaternya agar tidak jatuh dalam kecerewetan bendabenda. Rachman berniat mendirikan jurusan teater tubuh di Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung, tempatnya mengajar sehari-hari. Menurut dia, jaringan teaternya di luar negeri banyak membutuhkan keaktoran yang berangkat dari teater tubuh, bukan realis. Juga terutama teater tubuh, menurut dia, pas untuk mengekspresikan masyarakat kita yang sakit. ”Saya percaya, teater tubuh punya keleluasaan yang amat-sangat untuk mengekspresikan kondisi sosial kita.”

Beberapa Perumahan di Makassar dan Sekitarnya

Harga  < Rp100 juta (rumah sederhana)

Nama perumahan : Villa Pattalasang, pengembang :  PT Anugerah Pratama Gow, lokasi : Pattalassang, Gowa, tipe : 35/72

Nama perumahan : Zarindah Kota Hijau, pengembang : PT Zarindah Perdana, lokasi : Pattalassang, Gowa , tipe : 36/96

Baca juga : Harga Genset Yanmar

Nama perumahan : Permata Indah Bandara, pengembang : PT Ariyanus Bersinar Lestarijaya, lokasi : Jl. Karoango, Maros , tipe : 36

Harga : Rp100 juta – Rp300 juta

Nama perumahan : Samata Residence , pengembang : PT Teknindo Property lokasi : Samata, Gowa tipe : 30/84, 30/72, 36/105, 36/90, 60/120

Nama perumahan : The Bandara Residence , pengembang : Megaland Group , lokasi : Jl. Garuda, Maccopa, Maros , tipe : 36/72, 22/60, 40/84, 40/105, 45/119, 45/136, 54/136

Nama perumahan : Mega Country Village , pengembang : PT Megah Mamminasata , lokasi : Mongcongloe, Maros, tipe : 36/ 90, 45/90,

Nama perumahan : Bumi Zarindah, pengembang : PT Zarindah Perdana , lokasi : Jl. Japing, Desa Sunggumanai, Pattallassang, Gowa, tipe : 40/84

Nama perumahan : Green Soul Residence, lokasi : Jl Panaikang, Moncongloe, Moras tipe : 36/98

Nama perumahan : Pesona Barombang Indah , pengembang : PT Batar Agung Dewa Sakti Barombong, lokasi : Barombong, Panakkukang , tipe : 36/72

Rp300 juta – Rp 700 juta

Nama perumahan : Green Garden , pengembang : PT GMTD Makassar , lokasi : Jl. Metropolitan, Tanjung Bunga , tipe : 36/81 36/88 36/78

Nama perumahan : Citra Garden , pengembang : Ciputra Celebes , lokasi : Jl. Yusuf Bauti, Manggarupi, Gowa , tipe : 45/84

Beberapa Perumahan di Bandung dan Sekitarnya

Harga : Rp300 juta – Rp700 juta

Nama perumahan : Padasuka Ideal , pengembang : Padasuka Residence , lokasi : Jl. Padasuka KM 1.9, Bandung , tipe : 30 hingga 45 , fasilitas : Masjid, taman, air tanah dengan sistem bor

Harga : Rp700 juta – Rp1 Milyar

Nama perumahan : City Garden Residence , pengembang : Gan Properti , lokasi : Jl. Abdul Hamid-AH Nasution , tipe : 45 hingga 79, fasilitas :  Sistem akses satu pintu, garden square, jogging track, dst.

Harga : Rp700 juta – Rp1 Milyar

Nama perumahan : Graha Padasuka , pengembang : Graha Property , lokasi : Jl. Pasir Layung, Padasuka, Bandung , tipe : 45 hingga 110 C, fasilitas : CTV, security access card, air panas

PERBANKAN BANK MANDIRI TERBITKAN OBLIGASI RP 10 TRILIUN

PERBANKAN BANK MANDIRI TERBITKAN OBLIGASI RP 10 TRILIUN DIREKTUR Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Mandiri berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 5-10 triliun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan pada semester kedua tahun ini. Penerbitan obligasi ini dalam bentuk rupiah dan bisa dilakukan secara bertahap dalam dua tahun. Untuk tahun ini, obligasi yang diterbitkan minimal senilai Rp 5 triliun. ”Lima sampai sepuluh triliun bisa dalam dua tahun, tapi masih tergantung kebutuhan funding. Kalau deposito tumbuh, obligasinya tidak terlalu banyak,” katanya Rabu pekan lalu. Direktur Keuangan dan Treasury Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan Mandiri masih mempersiapkan dan merancang rencana penerbitan obligasi tersebut. ”Kami harus punya laporan keuangan audit yang berlaku sampai Agustus-September,” ujarnya.

ORANG KITA DI GEDUNG AKARA

Kota-Bunga.net E MPAT men terserak di antara 11,5 juta dokumen Panama Pa pers. Jika dicetak, tebalnya lebih dari setengah rim ker tas. Semuanya terkait de ngan aktivitas perusahaan puluh lima doku- – – – offshore milik pengusaha Edi Yosfi. Ada setidaknya empat perusahaan di berkas Panama yang terkait dengan Edi: Saxenburg Enterprises Ltd, Palomino Energy Ketapang Limited, Hollingsworth Group Ltd, dan Kingswood Capital Ltd. Empat perusahaan tersebut didaftarkan oleh firma hukum Mossack Fonseca dan beralamat sama: Akara Building, Tortola, British Virgin Islands. Dihubungi pada Kamis pekan lalu, Edi enggan berkomentar tentang aktivitasnya di perusahaan cangkang tersebut. ”Saya sedang umrah,” kata Komisaris Utama PT Adiperkasa Citra Lestari ini kepada Tempo, Kamis pekan lalu. Awal April lalu, Edi, yang dikenal dekat dengan petinggi Partai Amanat Nasional semisal Hatta Rajasa dan Amien Rais, membenarkan pernah terdaftar sebagai pemilik perusahaan. ”Dulu memang pernah bikin untuk beli perusahaan di sana, tapi tidak jadi,” katanya. ”Kami sudah tutup juga perusahaan tersebut sekitar 2008-2009.”

Nyatanya, dokumen yang diperoleh Tempo menunjukkan bahwa aktivitas Edi terekam sejak 2005 hingga 2013. Pada Juli 2005, misalnya, Edi dalam surat yang ditujukan ke Saxenburg Enterprises Ltd menyatakan dirinya sebagai direktur tunggal perusahaan tersebut. Dia tercatat memiliki 50 ribu lembar saham, masing-masing senilai US$ 1. Sedangkan pada 2013, Edi, dalam surat berjudul ”resolusi direktur tunggal”, menyatakan agen yang mewakili perusahaannya untuk mengurus berbagai persoalan hukum dialihkan ke MMG Trust. Tanda tangan Edi tercatat jelas di situ. Uniknya, beberapa aktivitas di perusahaan Edi terbilang superkilat. Pada 9 Juli 2010, misalnya, Edi menyatakan menjadi Direktur Kingswood Capital Ltd. Tapi, selang beberapa saat kemudian, masih pada hari yang sama, Edi mengirimkan surat pengunduran diri sebagai direktur. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan pebisnis tak melulu melakukan kejahatan dengan mendirikan perusahaan di negara yang menjadi suaka pajak. Ada kemungkinan pengusaha memang menggelar aksi korporasi biasa. ”Meskipun bisa juga untuk menghindari pajak atau menyembunyikan aset dari kegiatan ilegal seperti korupsi,” kata Yustinus. ”Dua kegiatan itu paling sering menjadi modus.” l l l DOKUMEN Panama Papers penuh dengan data tentang aktivitas lebih dari 200 ribu perusahaan cangkang yang didirikan firma hukum Mossack Fonseca. Dokumen yang diperoleh oleh surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung tersebut kemudian diinvestigasi oleh organisasi wartawan global, International Consortium of Investigative Journalists, yang bekerja sama dengan hampir 400 jurnalis dari seluruh dunia, termasuk wartawan Tempo di Indonesia. Dari penelusuran sejak Agustus tahun lalu, Tempo menemukan tak kurang dari 899 nama politikus, pejabat, ataupun pengusaha negeri ini dalam pendirian perusahaan di negara suaka pajak. Heru Lelono, misalnya. Anggota staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2004 hingga 2014 ini tercatat menjadi direktur di perusahaan cangkang Star Energy Enterprises Ltd, dengan alamat sama seperti perusahaan Edi Yosfi. Heru berbagi saham senilai US$ 100 dengan Itek Bachtiar dan Iswahyudi. Tanda tangan mereka tertoreh pada 10 Mei 2007. Berdasarkan dokumen Panama Papers, pada April 2008, Heru juga tercatat bersama Itek dan Iswahyudi menjadi Direktur Sarana Harapan Indocorp Ltd, yang didaftarkan di gedung yang sama dengan Star Energy Enterprises Ltd. Ihwal dua perusahaan tersebut tak tercantum dalam dokumen laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari Heru Lelono yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Heru menyangkal memiliki perusahaan cangkang. Dia menyatakan tak pernah memiliki perusahaan apa pun.

”Setelah bertugas sebagai staf khusus, saya hanya ikut usaha dengan teman di Madiun, PT Mitra Maharta, yang membuat mesin pemanen padi,” ujar Heru melalui pesan pendek. Heru meyakini namanya dicatut untuk pendirian perusahaan di Gedung Akara tersebut. Meski begitu, dia mengaku mengenal Itek dan Iswahyudi. ”Kalau tidak salah, mereka agen konsultan perminyakan.” Iswahyudi, kata Heru, pernah juga menjadi asisten staf khusus di Istana. Sejak tak aktif di lingkaran kekuasaan, bekas Komisaris BRI tersebut menyatakan tak pernah lagi berkomunikasi dengan Itek dan Iswahyudi. Itek belum bisa dimintai tanggapan. Tempo mendatangi kantornya di Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta. Tapi petugas di sana menyatakan Itek sudah pindah kantor. Sedangkan Iswahyudi tak lagi tinggal di alamat yang tertera di perusahaan cangkang. Saat Tempo mendatangi rumahnya di Jati Sampurna, Bekasi, Widodo, pemilik rumah, mengatakan Iswahyudi pindah ke Garut, Jawa Barat, sejak tiga tahun lalu. Selain Heru Lelono, tercatat nama Banyu Biru Djarot di Panama Papers. Putra politikus Erros Djarot yang juga aktif menjadi relawan pendukung pasangan Joko WidodoJusuf Kalla ini terdaftar sebagai direktur dua perusahaan cangkang. Bukan hanya tanda tangan, salinan paspor Banyu Biru pun muncul dalam Panama Papers. Pada 11 Maret 2014, Banyu Biru menjadi direktur di MSP Holdings Ltd. Tiga tahun sebelumnya, dia menjadi Direktur Ramba Energy Indonesia Limited. Dua perusahaan itu beralamat di Akara Building, Tortola, British Virgin Islands. Banyu Biru tak menjawab telepon ataupun pesan pendek permintaan wawancara Tempo. Nama lain yang juga tercatat menjadi direktur di perusahaan yang berkantor di Gedung Akara adalah Muhammad Reza Ihsan Rajasa. Dia menyatakan sebagai direktur perusahaan Hazel Century Limited pada 15 Mei 2012, dengan sahamnya seharga US$ 1. Kala itu, ayah Reza, Hatta Rajasa, menjabat Menteri Koordinator Perekonomian. Tapi kepemilikan perusahaan cangkang di luar negeri ini tak tercantum dalam LHKPN yang diserahkan Hatta ke KPK. Pada hari yang sama, Hazel Century juga menyatakan menjadi pemilik saham dari Dovela Inaurate Inc, yang juga berkantor di Akara. Dalam dokumen tersebut tercantum tanda tangan Reza Rajasa. Reza mengatakan semula Hazel Century Limited didirikan untuk mengundang investor dari luar negeri. Saat itu, perusahaan jasa kontraktor pengeboran minyak dan gas bumi miliknya juga mencari peluang pengeboran di luar negeri. Menurut Reza, perusahaan tersebut tak pernah mendapat peluang di luar negeri. ”Hazel Century tak pernah aktif sejak berdiri. Tak ada aktivitas apa pun,” katanya melalui pesan pendek. Dia membantah kabar bahwa perusahaan cangkang tersebut didirikan untuk menghindari pajak. Dibandingkan dengan Reza dan Banyu Biru, jejak anak sulung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Anindya Novyan Bakrie, jauh lebih awal soal urusan mendirikan perusahaan cangkang. Chief Executive Officer PT Bakrie Global Ventura tersebut terdaftar di Serenata Shipping Limited SA, yang beralamat di Panama, pada Desember 2004. Saat itu Aburizal menjabat Menteri Koordinator Perekonomian di kabinet Yudhoyono. Ihwal ini tak dicantumkan dalam LHKPN Aburizal. Jabatan untuk Anindya Bakrie di situ adalah direktur dan presiden. Saat itu usianya masih 30 tahun dan menjabat Presiden Komisaris PT Cakrawala Andalas Televisi. Tak jelas benar aktivitas yang dilakukan perusahaan yang didirikan pada akhir 1982 tersebut. Informasi yang tersedia di dokumen Panama ataupun Internet pun minim.

Belakangan, nama Anindya tak muncul lagi sebagai direktur di perusahaan tersebut. Anindya belum bisa dimintai tanggapan. Dia tak membalas pesan yang dilayangkan Tempo. Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, mengklaim tak ada yang salah dengan langkah Anindya mendirikan perusahaan cangkang di luar negeri. Menurut Lalu Mara, kegiatan Presiden Komisaris PT Bakrie Telecom Tbk itu hanya aktivitas bisnis biasa. ”Tahun 2004 kan Bakrie Group masih mencari uang. Nah, perusahaan itu untuk menarik dana dari luar,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Golkar ini. Lalu Mara membantah tudingan bahwa perusahaan cangkang tersebut untuk menghindari pajak yang tinggi. ”Jangan curiga terus sama pengusaha. Peran kami besar untuk membangun ekonomi negeri ini,” katanya.

Bahaya Limbungnya Bumiputera

Persoalan keuangan akut Asuransi Jiwa Bersama Bumipute ra menunjukkan lemahnya peng awasan yang berlangsung berta hun-tahun. Otoritas Jasa Keuangan perlu berhati-hati mengatasi masalah perusahaan asuransi tertua di Indonesia dengan 6,7 juta pemegang polis itu. Menyelamatkan lembaga swasta ini dengan uang negara pun tak boleh menjadi pilihan. Problem Bumiputera sebetulnya telah berawal dari perusahaan yang berbentuk usaha bersama, bukan perseroan terbatas. Dengan model yang menyerupai arisan ini, Bumiputera tidak dikelola dengan prinsip-prinsip perusahaan asuransi yang baik. Kendali terhadap manajemen perusahaan sangat lemah. Pengelolaannya pun ruwet.

Misalnya, Bumiputera memiliki Badan Perwakilan Anggota, selain komisaris, yang mengawasi direksi. Bentuk mutual itu memiliki sejarah panjang. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan guru, Boemi Poetra didirikan pada 1912. Pada 1966, namanya berubah menjadi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera. Perusahaan ini tumbuh pesat dan pernah masuk 10 perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Jangkauannya sangat luas, sebagian besar di perdesaan. Sayangnya, negara belum memiliki undang-undang yang mengatur usaha bersama. Pada April 2014, Mahkamah Konstitusi, memenuhi sebagian tuntutan uji materi Undang-Undang Usaha Perasuransian, memang telah memerintahkan penyusunan aturan hukum tentang ini. Namun, hingga melewati tenggat dua setengah tahun sejak putusan turun, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat belum menjalankan putusan.

Walhasil, Bumiputera tetap berjalan dengan segala keruwetannya. Pembenahan persoalan menahun ini tak kunjung dilakukan, sering kali, karena alasan nonbisnis. Faktor kesejarahan membuat Bumiputera—badan usaha pertama bentukan kaum pribumi—ditempatkan sebagai artefak yang harus dilindungi. Usul mengubah usaha bersama menjadi perseroan terbatas pun dianggap sebagai konspirasi ”menyingkirkan satu-satunya perusahaan asuransi besar nasional”. Bisnis perusahaan asuransi tua ini akhirnya ketinggalan zaman, tertatih-tatih menghadapi persaingan. Pada 2013, Otoritas Jasa Keuangan mengawasi secara intens perusahaan ini.

Penyebabnya, rasio risk-based capital Bumiputera mencapai 250 persen, jauh di atas ketentuan maksimal 120 persen. Otoritas Jasa Keuangan dua kali melayangkan surat peringatan gara-gara persoalan fnansial. Jarak antara kekayaan dan kewajiban semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan premi tidak cukup untuk menutupi kebutuhan klaim dan biaya operasional. Pertumbuhan utang pun lebih cepat daripada investasi. Beberapa investasi meleset dan memperparah kondisi keuangan perusahaan. Bumiputera kian limbung, bahkan di ambang kejatuhan. Pada titik itu, Otoritas Jasa Keuangan mendepak direksi dan komisaris Bumiputera, lalu menunjuk tujuh orang pengelola statuter.

Lembaga pengawas ini berwenang melakukannya demi melindungi kepentingan pemegang polis. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan, antara lain dengan menggandeng sejumlah konsultan dan lembaga keuangan. Dewan Perwakilan Rakyat menekankan agar uang negara tidak dipakai untuk kepentingan ini. Peringatan dari Senayan itu sudah tepat. Jika penyelamatan gagal, bisnis asuransi di Indonesia mungkin saja terguncang. Dengan 6,7 juta pemegang polis, kejatuhan Bumiputera pasti akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada asuransi. Pemerintah bisa jadi akan menghadapi kemarahan jutaan pemegang polis itu.

Pemegang polis Bumiputera semestinya telah menyadari risiko memilih asuransi pada perusahaan bermodel usaha bersama. Dalam bentuk ini, perusahaan membagi keuntungan dan risiko kepada pemegang polis yang sekaligus menjadi pemegang saham. Artinya, pemegang polis akan mendapat dividen jika perusahaan untung dan, sebaliknya, harus menanggung kerugian jika perusahaan rugi. Pemerintah selayaknya segera membuat terobosan untuk membereskan status badan hukum Bumiputera. Bentuk usaha bersama terbukti rapuh menahan gempuran persaingan.

Di banyak negara, perusahaan model ini cenderung bermerger dengan perusahaan lain atau melakukan demutualisasi. Pengambilalihan pengelolaan perusahaan selayaknya dilakukan dengan cara yang patut. Anggota tim statuter haruslah bersih, jujur, dan tidak punya kepentingan. Jika tidak, akan muncul berbagai gugatan hukum yang bisa saja mengganggu restrukturisasi perusahaan. Pemerintah perlu mencari opsi investor yang paling menguntungkan. Pertimbangannya terletak pada faktor pemilik baru itu, bisakah ia memberikan return yang terbaik untuk Bumiputera. Bukan pertimbangan lain, semacam jargon-jargon nasionalisme. Dengan begitu, perusahaan dapat diselamatkan. Kepentingan 6,7 juta pemegang polis pun bisa dilindungi.

Tips Memilih Supplier Jual Genset di Surabaya

Surabaya merupakan salah satu kota maju di Indonesia dengan beragam pelaku usaha dari kecil hingga menengah. Dari usaha penjual keliling sampai restoran besar yang berjualan. Itu semua sangat membantu pergerakan ekonomi di Surabaya. Baik untuk pemerintah dengan mendapatkan pajak dan untuk masyarakat dengan terbuka lowongan pekerjaan dan jasa lain yang berhubungan satu sama lain.

Tak lepas dari itu semua beberapa usaha memerlukan alat bantu khusus dalam menjalankan usahanya. Dalam hal ini seperti genset sebagai sumber listrik alternatif. Seperti toko atau minimarket yang tersebar di seluruh penjuru kota, minimarket selalui memiliki genset. Karena dengan adanya genset ketika listrik padam pun masih tetap dapat beroperasi. Sehingga kegiatan perekonomian di kota Surabaya tak akan terhenti karena alasan listrik padam.

Tempat usaha lainnya yang membutuhkan genset yakni restoran. Restoran yang berdiri sendiri tentunya membutuhkan genset untuk sumber listrik cadangan. Hal ini dibutuhkan agar kenyamanan pengunjung yang sedang menikmati makanan tetap terjaga. Sehingga para pengunjung tidak kecewa akan pelayanan dari restoran tersebut. Dengan begitu restoran pun tetap dapat menjalankan usahanya.

Tempat usaha lainnya seperti mall juga harus menyediakan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. Karena itu adalah salah satu fasilitas yang wajib ada untuk sebuah mall ataupun gedung bertingkat lainnya, seperti kantor dan hotel. Coba bayangkan apabila sebuah gedung yang tidak memiliki genset disaat listrik padam. Semua pekerjaan akan terhenti dan bahkan bisa terjadi kehilangan file ataupun berkas yang berharga. Nah, hal itu tidak mungkin diinginkan bukan untuk semua pekerjaan.

Untuk kapasitas genset pun beragam yang dipakai dari minimarket sampai gedung bertingkat. Semua itu bisa didapatkan dengan harga murah melalui supplier jual genset Surabaya yang memberikan garansi resmi dan potongan harga yang dapat dinegosiasikan. Salah satunya PT Rajawali Diesel yang merupakan distributor resmi genset Perkins di Surabaya dengan beragam kapasitas genset yang ready stock untuk dikirim ke semua daerah di Surabaya dan ke semua penjuru Pulau di Indonesia.

Cara Praktis Berkebun dengan Rumah yang Dilengkapi Genset Bali

Cara Praktis Berkebun dengan Rumah yang Dilengkapi Genset Bali. Harga jual genset di Bali yang murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Bali yang memberikan diskon harga dan garansi resmi.

Bagi si penyuka tanaman, menghadirkan sebuah taman di rumah adalah hal yang wajib dilakukan. Namun, ketersediaan lahan di rumah-rumah masa kini rasanya menjadi kendala sehingga agak sulit mewujudkan keinginan tersebut. Kecuali, Anda membuat lahan tambahan untuk menghadirkan taman di rumah. Tentu itu akan membuat repot dan menambah daftar pekerjaan Anda.

Kehadiran vertical garden menjadi salah satu alternatif menghadirkan sebuah taman di rumah. Anda tidak perlu repot membongkar teras hanya untuk menghadirkan taman di rumah. Selain menghemat tempat, bentuknya yang memanjang ke atas membuat dinding Anda tampil cantik dengan beragam tanaman hias.

Tanaman Dalam Kantung

Pada dasarnya pembuatan vertical garden bukanlah yang hal yang sulit, karena menggunakan media tanam dan rangka vertikal yang mudah diaplikasikan. Media tanam yang praktis dan mudah diaplikasikan di rumah adalah dengan sistem kantung. Sistem ini biasanya menggunakan material geotextile atau glasswool. Bentuknya yang mirip karpet dibuat berkantung-kantung menyerupai kantung baju dengan jarak 12cm–20 cm. Menurut Rizki Syahrazi, Marketing Manager Vertical garden Godong Ijo, penggunaan material geotextile lebih diminati karena memiliki warna yang terang dan permukaan seratnya yang terlihat lebih rapi.

Material ini mampu menahan tanaman dan bersifat tembus air, sehingga ketika disiram air akan mudah turun untuk menyirami tanaman di bawahnya. Rizki menambahkan, media vertical garden yang ia gunakan juga memakai bahan rockwool. Menurutnya, rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara dalam jumlah yang baik sehingga mampu mendukung perkembangan akar tanaman serta menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Setelah dibalut menggunakan material rockwool, tanaman pun tidak secara langsung dimasukkan ke dalam kantung taman vertikal. Ia memerlukan waktu untuk menumbuhkan akar-akarnya. Seolah berada dalam ruang karantina, tanaman didiamkan selama 2 minggu untuk menumbuhkan akarakarnya. Setelah itu, tanaman akan memasuki tahap adaptasi dengan cuaca luar. Bila ia mampu beradaptasi dengan berbagai cuaca, barulah tanaman siap diaplikasikan di vertical garden.

Sistem Irigasi

Selain hemat tempat, ada satu lagi kelebihan vertical garden dibanding jenis taman lainnya, yakni sistem irigasi yang sudah secara otomatis menyirami tanaman. Waktu penyiramannya harus dilakukan secara periodik (beberapa kali dalam sehari). Jangka waktunya pun dapat ditentukan dari material media tanam yang digunakan. Hari Harijanto, Arsitek Lansekap dari WongTani Nursery, mengatakan bahan geotextile memiliki daya serap air yang kurang sehingga waktu penyiramannya bisa setiap 2 jam sekali. Hari Harjanto menyarankan untuk menggunakan timer otomatis agar lebih mudah dan praktis perawatannya.

Misi ‘Pangeran Kegelapan’ Di Eropa Bagian 4

Sedangkan di Eropa, partai ekstrem kanan menang karena premis bahwa penduduk setempat kalah oleh imigran, sehingga menjanjikan bahwa pemerintah akan lebih mendukung masyarakat setempat. Apalagi Bannon tidak menyadari bahwa partai nasionalis Eropa sangat anti-Amerika. Hal ini diungkapkan dosen studi Eropa dari King’s College London, Alexander Clarkson. “Jika mereka merangkul Trump, semua pendukung antiAmerikanisme di bawah permukaan akan berbalik melawan mereka, khususnya di Prancis,” katanya kepada BBC.

“Itu sebabnya banyak dari pihak ini yang sadar bahwa satu kubu dengan Bannon pada dasarnya berisiko.” Kesadaran itu terungkap dalam pernyataan salah seorang anggota partai Rule National Rally pimpinan Le Pen di Prancis. “Bannon adalah orang Amerika dan tidak memiliki tempat di partai politik Eropa,” kata Jérôme Rivière. “Kami menolak entitas supranasional dan tidak berpartisipasi dengan Bannon.”

Misi ‘Pangeran Kegelapan’ Di Eropa Bagian 3

Keduanya mengklaim lembaga ini akan menantang karya filantropis George Soros dengan Yayasan Masyarakat Terbuka (OSF), yang telah mempromosikan demokrasi liberal di seluruh Eropa selama beberapa dekade. “Perbedaannya adalah organisasi ini berada di pihak orang biasa,” tutur Kassam. Bagi sebagian pihak, kehadirannya di Eropa mengkhawatirkan. “Kedatangan Bannon, seperti belatung pada luka, merupakan indikasi bahwa infeksi menjadi septik,” demikian Isobel Thompson, editor majalah Vanity Fair, menulis. Banyak pula yang skeptis Bannon akan mampu mewujudkan ambisinya tersebut.

Meski sebagian besar pendukung ekstrem kanan Eropa meyakini idenya tentang supremasi kulit putih, anti-imigrasi, dan negara nasionalis dibanding integrasi wilayah seperti Uni Eropa, ide tentang perekonomiannya akan menuai tantangan. Dilansir Politico, seperti Trump, Bannon sangat meyakini bahwa pemerintah harus melakukan pekerjaan seminimal mungkin dan menyerahkan hampir seluruhnya kepada perusahaan-perusahaan.