PERBANKAN BANK MANDIRI TERBITKAN OBLIGASI RP 10 TRILIUN

PERBANKAN BANK MANDIRI TERBITKAN OBLIGASI RP 10 TRILIUN DIREKTUR Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Mandiri berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 5-10 triliun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan pada semester kedua tahun ini. Penerbitan obligasi ini dalam bentuk rupiah dan bisa dilakukan secara bertahap dalam dua tahun. Untuk tahun ini, obligasi yang diterbitkan minimal senilai Rp 5 triliun. ”Lima sampai sepuluh triliun bisa dalam dua tahun, tapi masih tergantung kebutuhan funding. Kalau deposito tumbuh, obligasinya tidak terlalu banyak,” katanya Rabu pekan lalu. Direktur Keuangan dan Treasury Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan Mandiri masih mempersiapkan dan merancang rencana penerbitan obligasi tersebut. ”Kami harus punya laporan keuangan audit yang berlaku sampai Agustus-September,” ujarnya.

ORANG KITA DI GEDUNG AKARA

Kota-Bunga.net E MPAT men terserak di antara 11,5 juta dokumen Panama Pa pers. Jika dicetak, tebalnya lebih dari setengah rim ker tas. Semuanya terkait de ngan aktivitas perusahaan puluh lima doku- – – – offshore milik pengusaha Edi Yosfi. Ada setidaknya empat perusahaan di berkas Panama yang terkait dengan Edi: Saxenburg Enterprises Ltd, Palomino Energy Ketapang Limited, Hollingsworth Group Ltd, dan Kingswood Capital Ltd. Empat perusahaan tersebut didaftarkan oleh firma hukum Mossack Fonseca dan beralamat sama: Akara Building, Tortola, British Virgin Islands. Dihubungi pada Kamis pekan lalu, Edi enggan berkomentar tentang aktivitasnya di perusahaan cangkang tersebut. ”Saya sedang umrah,” kata Komisaris Utama PT Adiperkasa Citra Lestari ini kepada Tempo, Kamis pekan lalu. Awal April lalu, Edi, yang dikenal dekat dengan petinggi Partai Amanat Nasional semisal Hatta Rajasa dan Amien Rais, membenarkan pernah terdaftar sebagai pemilik perusahaan. ”Dulu memang pernah bikin untuk beli perusahaan di sana, tapi tidak jadi,” katanya. ”Kami sudah tutup juga perusahaan tersebut sekitar 2008-2009.”

Nyatanya, dokumen yang diperoleh Tempo menunjukkan bahwa aktivitas Edi terekam sejak 2005 hingga 2013. Pada Juli 2005, misalnya, Edi dalam surat yang ditujukan ke Saxenburg Enterprises Ltd menyatakan dirinya sebagai direktur tunggal perusahaan tersebut. Dia tercatat memiliki 50 ribu lembar saham, masing-masing senilai US$ 1. Sedangkan pada 2013, Edi, dalam surat berjudul ”resolusi direktur tunggal”, menyatakan agen yang mewakili perusahaannya untuk mengurus berbagai persoalan hukum dialihkan ke MMG Trust. Tanda tangan Edi tercatat jelas di situ. Uniknya, beberapa aktivitas di perusahaan Edi terbilang superkilat. Pada 9 Juli 2010, misalnya, Edi menyatakan menjadi Direktur Kingswood Capital Ltd. Tapi, selang beberapa saat kemudian, masih pada hari yang sama, Edi mengirimkan surat pengunduran diri sebagai direktur. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan pebisnis tak melulu melakukan kejahatan dengan mendirikan perusahaan di negara yang menjadi suaka pajak. Ada kemungkinan pengusaha memang menggelar aksi korporasi biasa. ”Meskipun bisa juga untuk menghindari pajak atau menyembunyikan aset dari kegiatan ilegal seperti korupsi,” kata Yustinus. ”Dua kegiatan itu paling sering menjadi modus.” l l l DOKUMEN Panama Papers penuh dengan data tentang aktivitas lebih dari 200 ribu perusahaan cangkang yang didirikan firma hukum Mossack Fonseca. Dokumen yang diperoleh oleh surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung tersebut kemudian diinvestigasi oleh organisasi wartawan global, International Consortium of Investigative Journalists, yang bekerja sama dengan hampir 400 jurnalis dari seluruh dunia, termasuk wartawan Tempo di Indonesia. Dari penelusuran sejak Agustus tahun lalu, Tempo menemukan tak kurang dari 899 nama politikus, pejabat, ataupun pengusaha negeri ini dalam pendirian perusahaan di negara suaka pajak. Heru Lelono, misalnya. Anggota staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2004 hingga 2014 ini tercatat menjadi direktur di perusahaan cangkang Star Energy Enterprises Ltd, dengan alamat sama seperti perusahaan Edi Yosfi. Heru berbagi saham senilai US$ 100 dengan Itek Bachtiar dan Iswahyudi. Tanda tangan mereka tertoreh pada 10 Mei 2007. Berdasarkan dokumen Panama Papers, pada April 2008, Heru juga tercatat bersama Itek dan Iswahyudi menjadi Direktur Sarana Harapan Indocorp Ltd, yang didaftarkan di gedung yang sama dengan Star Energy Enterprises Ltd. Ihwal dua perusahaan tersebut tak tercantum dalam dokumen laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari Heru Lelono yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Heru menyangkal memiliki perusahaan cangkang. Dia menyatakan tak pernah memiliki perusahaan apa pun.

”Setelah bertugas sebagai staf khusus, saya hanya ikut usaha dengan teman di Madiun, PT Mitra Maharta, yang membuat mesin pemanen padi,” ujar Heru melalui pesan pendek. Heru meyakini namanya dicatut untuk pendirian perusahaan di Gedung Akara tersebut. Meski begitu, dia mengaku mengenal Itek dan Iswahyudi. ”Kalau tidak salah, mereka agen konsultan perminyakan.” Iswahyudi, kata Heru, pernah juga menjadi asisten staf khusus di Istana. Sejak tak aktif di lingkaran kekuasaan, bekas Komisaris BRI tersebut menyatakan tak pernah lagi berkomunikasi dengan Itek dan Iswahyudi. Itek belum bisa dimintai tanggapan. Tempo mendatangi kantornya di Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta. Tapi petugas di sana menyatakan Itek sudah pindah kantor. Sedangkan Iswahyudi tak lagi tinggal di alamat yang tertera di perusahaan cangkang. Saat Tempo mendatangi rumahnya di Jati Sampurna, Bekasi, Widodo, pemilik rumah, mengatakan Iswahyudi pindah ke Garut, Jawa Barat, sejak tiga tahun lalu. Selain Heru Lelono, tercatat nama Banyu Biru Djarot di Panama Papers. Putra politikus Erros Djarot yang juga aktif menjadi relawan pendukung pasangan Joko WidodoJusuf Kalla ini terdaftar sebagai direktur dua perusahaan cangkang. Bukan hanya tanda tangan, salinan paspor Banyu Biru pun muncul dalam Panama Papers. Pada 11 Maret 2014, Banyu Biru menjadi direktur di MSP Holdings Ltd. Tiga tahun sebelumnya, dia menjadi Direktur Ramba Energy Indonesia Limited. Dua perusahaan itu beralamat di Akara Building, Tortola, British Virgin Islands. Banyu Biru tak menjawab telepon ataupun pesan pendek permintaan wawancara Tempo. Nama lain yang juga tercatat menjadi direktur di perusahaan yang berkantor di Gedung Akara adalah Muhammad Reza Ihsan Rajasa. Dia menyatakan sebagai direktur perusahaan Hazel Century Limited pada 15 Mei 2012, dengan sahamnya seharga US$ 1. Kala itu, ayah Reza, Hatta Rajasa, menjabat Menteri Koordinator Perekonomian. Tapi kepemilikan perusahaan cangkang di luar negeri ini tak tercantum dalam LHKPN yang diserahkan Hatta ke KPK. Pada hari yang sama, Hazel Century juga menyatakan menjadi pemilik saham dari Dovela Inaurate Inc, yang juga berkantor di Akara. Dalam dokumen tersebut tercantum tanda tangan Reza Rajasa. Reza mengatakan semula Hazel Century Limited didirikan untuk mengundang investor dari luar negeri. Saat itu, perusahaan jasa kontraktor pengeboran minyak dan gas bumi miliknya juga mencari peluang pengeboran di luar negeri. Menurut Reza, perusahaan tersebut tak pernah mendapat peluang di luar negeri. ”Hazel Century tak pernah aktif sejak berdiri. Tak ada aktivitas apa pun,” katanya melalui pesan pendek. Dia membantah kabar bahwa perusahaan cangkang tersebut didirikan untuk menghindari pajak. Dibandingkan dengan Reza dan Banyu Biru, jejak anak sulung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Anindya Novyan Bakrie, jauh lebih awal soal urusan mendirikan perusahaan cangkang. Chief Executive Officer PT Bakrie Global Ventura tersebut terdaftar di Serenata Shipping Limited SA, yang beralamat di Panama, pada Desember 2004. Saat itu Aburizal menjabat Menteri Koordinator Perekonomian di kabinet Yudhoyono. Ihwal ini tak dicantumkan dalam LHKPN Aburizal. Jabatan untuk Anindya Bakrie di situ adalah direktur dan presiden. Saat itu usianya masih 30 tahun dan menjabat Presiden Komisaris PT Cakrawala Andalas Televisi. Tak jelas benar aktivitas yang dilakukan perusahaan yang didirikan pada akhir 1982 tersebut. Informasi yang tersedia di dokumen Panama ataupun Internet pun minim.

Belakangan, nama Anindya tak muncul lagi sebagai direktur di perusahaan tersebut. Anindya belum bisa dimintai tanggapan. Dia tak membalas pesan yang dilayangkan Tempo. Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, mengklaim tak ada yang salah dengan langkah Anindya mendirikan perusahaan cangkang di luar negeri. Menurut Lalu Mara, kegiatan Presiden Komisaris PT Bakrie Telecom Tbk itu hanya aktivitas bisnis biasa. ”Tahun 2004 kan Bakrie Group masih mencari uang. Nah, perusahaan itu untuk menarik dana dari luar,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Golkar ini. Lalu Mara membantah tudingan bahwa perusahaan cangkang tersebut untuk menghindari pajak yang tinggi. ”Jangan curiga terus sama pengusaha. Peran kami besar untuk membangun ekonomi negeri ini,” katanya.

Bahaya Limbungnya Bumiputera

Persoalan keuangan akut Asuransi Jiwa Bersama Bumipute ra menunjukkan lemahnya peng awasan yang berlangsung berta hun-tahun. Otoritas Jasa Keuangan perlu berhati-hati mengatasi masalah perusahaan asuransi tertua di Indonesia dengan 6,7 juta pemegang polis itu. Menyelamatkan lembaga swasta ini dengan uang negara pun tak boleh menjadi pilihan. Problem Bumiputera sebetulnya telah berawal dari perusahaan yang berbentuk usaha bersama, bukan perseroan terbatas. Dengan model yang menyerupai arisan ini, Bumiputera tidak dikelola dengan prinsip-prinsip perusahaan asuransi yang baik. Kendali terhadap manajemen perusahaan sangat lemah. Pengelolaannya pun ruwet.

Misalnya, Bumiputera memiliki Badan Perwakilan Anggota, selain komisaris, yang mengawasi direksi. Bentuk mutual itu memiliki sejarah panjang. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan guru, Boemi Poetra didirikan pada 1912. Pada 1966, namanya berubah menjadi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera. Perusahaan ini tumbuh pesat dan pernah masuk 10 perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Jangkauannya sangat luas, sebagian besar di perdesaan. Sayangnya, negara belum memiliki undang-undang yang mengatur usaha bersama. Pada April 2014, Mahkamah Konstitusi, memenuhi sebagian tuntutan uji materi Undang-Undang Usaha Perasuransian, memang telah memerintahkan penyusunan aturan hukum tentang ini. Namun, hingga melewati tenggat dua setengah tahun sejak putusan turun, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat belum menjalankan putusan.

Walhasil, Bumiputera tetap berjalan dengan segala keruwetannya. Pembenahan persoalan menahun ini tak kunjung dilakukan, sering kali, karena alasan nonbisnis. Faktor kesejarahan membuat Bumiputera—badan usaha pertama bentukan kaum pribumi—ditempatkan sebagai artefak yang harus dilindungi. Usul mengubah usaha bersama menjadi perseroan terbatas pun dianggap sebagai konspirasi ”menyingkirkan satu-satunya perusahaan asuransi besar nasional”. Bisnis perusahaan asuransi tua ini akhirnya ketinggalan zaman, tertatih-tatih menghadapi persaingan. Pada 2013, Otoritas Jasa Keuangan mengawasi secara intens perusahaan ini.

Penyebabnya, rasio risk-based capital Bumiputera mencapai 250 persen, jauh di atas ketentuan maksimal 120 persen. Otoritas Jasa Keuangan dua kali melayangkan surat peringatan gara-gara persoalan fnansial. Jarak antara kekayaan dan kewajiban semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan premi tidak cukup untuk menutupi kebutuhan klaim dan biaya operasional. Pertumbuhan utang pun lebih cepat daripada investasi. Beberapa investasi meleset dan memperparah kondisi keuangan perusahaan. Bumiputera kian limbung, bahkan di ambang kejatuhan. Pada titik itu, Otoritas Jasa Keuangan mendepak direksi dan komisaris Bumiputera, lalu menunjuk tujuh orang pengelola statuter.

Lembaga pengawas ini berwenang melakukannya demi melindungi kepentingan pemegang polis. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan, antara lain dengan menggandeng sejumlah konsultan dan lembaga keuangan. Dewan Perwakilan Rakyat menekankan agar uang negara tidak dipakai untuk kepentingan ini. Peringatan dari Senayan itu sudah tepat. Jika penyelamatan gagal, bisnis asuransi di Indonesia mungkin saja terguncang. Dengan 6,7 juta pemegang polis, kejatuhan Bumiputera pasti akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada asuransi. Pemerintah bisa jadi akan menghadapi kemarahan jutaan pemegang polis itu.

Pemegang polis Bumiputera semestinya telah menyadari risiko memilih asuransi pada perusahaan bermodel usaha bersama. Dalam bentuk ini, perusahaan membagi keuntungan dan risiko kepada pemegang polis yang sekaligus menjadi pemegang saham. Artinya, pemegang polis akan mendapat dividen jika perusahaan untung dan, sebaliknya, harus menanggung kerugian jika perusahaan rugi. Pemerintah selayaknya segera membuat terobosan untuk membereskan status badan hukum Bumiputera. Bentuk usaha bersama terbukti rapuh menahan gempuran persaingan.

Di banyak negara, perusahaan model ini cenderung bermerger dengan perusahaan lain atau melakukan demutualisasi. Pengambilalihan pengelolaan perusahaan selayaknya dilakukan dengan cara yang patut. Anggota tim statuter haruslah bersih, jujur, dan tidak punya kepentingan. Jika tidak, akan muncul berbagai gugatan hukum yang bisa saja mengganggu restrukturisasi perusahaan. Pemerintah perlu mencari opsi investor yang paling menguntungkan. Pertimbangannya terletak pada faktor pemilik baru itu, bisakah ia memberikan return yang terbaik untuk Bumiputera. Bukan pertimbangan lain, semacam jargon-jargon nasionalisme. Dengan begitu, perusahaan dapat diselamatkan. Kepentingan 6,7 juta pemegang polis pun bisa dilindungi.

Tips Memilih Supplier Jual Genset di Surabaya

Surabaya merupakan salah satu kota maju di Indonesia dengan beragam pelaku usaha dari kecil hingga menengah. Dari usaha penjual keliling sampai restoran besar yang berjualan. Itu semua sangat membantu pergerakan ekonomi di Surabaya. Baik untuk pemerintah dengan mendapatkan pajak dan untuk masyarakat dengan terbuka lowongan pekerjaan dan jasa lain yang berhubungan satu sama lain.

Tak lepas dari itu semua beberapa usaha memerlukan alat bantu khusus dalam menjalankan usahanya. Dalam hal ini seperti genset sebagai sumber listrik alternatif. Seperti toko atau minimarket yang tersebar di seluruh penjuru kota, minimarket selalui memiliki genset. Karena dengan adanya genset ketika listrik padam pun masih tetap dapat beroperasi. Sehingga kegiatan perekonomian di kota Surabaya tak akan terhenti karena alasan listrik padam.

Tempat usaha lainnya yang membutuhkan genset yakni restoran. Restoran yang berdiri sendiri tentunya membutuhkan genset untuk sumber listrik cadangan. Hal ini dibutuhkan agar kenyamanan pengunjung yang sedang menikmati makanan tetap terjaga. Sehingga para pengunjung tidak kecewa akan pelayanan dari restoran tersebut. Dengan begitu restoran pun tetap dapat menjalankan usahanya.

Tempat usaha lainnya seperti mall juga harus menyediakan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. Karena itu adalah salah satu fasilitas yang wajib ada untuk sebuah mall ataupun gedung bertingkat lainnya, seperti kantor dan hotel. Coba bayangkan apabila sebuah gedung yang tidak memiliki genset disaat listrik padam. Semua pekerjaan akan terhenti dan bahkan bisa terjadi kehilangan file ataupun berkas yang berharga. Nah, hal itu tidak mungkin diinginkan bukan untuk semua pekerjaan.

Untuk kapasitas genset pun beragam yang dipakai dari minimarket sampai gedung bertingkat. Semua itu bisa didapatkan dengan harga murah melalui supplier jual genset Surabaya yang memberikan garansi resmi dan potongan harga yang dapat dinegosiasikan. Salah satunya PT Rajawali Diesel yang merupakan distributor resmi genset Perkins di Surabaya dengan beragam kapasitas genset yang ready stock untuk dikirim ke semua daerah di Surabaya dan ke semua penjuru Pulau di Indonesia.

Cara Praktis Berkebun dengan Rumah yang Dilengkapi Genset Bali

Cara Praktis Berkebun dengan Rumah yang Dilengkapi Genset Bali. Harga jual genset di Bali yang murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Bali yang memberikan diskon harga dan garansi resmi.

Bagi si penyuka tanaman, menghadirkan sebuah taman di rumah adalah hal yang wajib dilakukan. Namun, ketersediaan lahan di rumah-rumah masa kini rasanya menjadi kendala sehingga agak sulit mewujudkan keinginan tersebut. Kecuali, Anda membuat lahan tambahan untuk menghadirkan taman di rumah. Tentu itu akan membuat repot dan menambah daftar pekerjaan Anda.

Kehadiran vertical garden menjadi salah satu alternatif menghadirkan sebuah taman di rumah. Anda tidak perlu repot membongkar teras hanya untuk menghadirkan taman di rumah. Selain menghemat tempat, bentuknya yang memanjang ke atas membuat dinding Anda tampil cantik dengan beragam tanaman hias.

Tanaman Dalam Kantung

Pada dasarnya pembuatan vertical garden bukanlah yang hal yang sulit, karena menggunakan media tanam dan rangka vertikal yang mudah diaplikasikan. Media tanam yang praktis dan mudah diaplikasikan di rumah adalah dengan sistem kantung. Sistem ini biasanya menggunakan material geotextile atau glasswool. Bentuknya yang mirip karpet dibuat berkantung-kantung menyerupai kantung baju dengan jarak 12cm–20 cm. Menurut Rizki Syahrazi, Marketing Manager Vertical garden Godong Ijo, penggunaan material geotextile lebih diminati karena memiliki warna yang terang dan permukaan seratnya yang terlihat lebih rapi.

Material ini mampu menahan tanaman dan bersifat tembus air, sehingga ketika disiram air akan mudah turun untuk menyirami tanaman di bawahnya. Rizki menambahkan, media vertical garden yang ia gunakan juga memakai bahan rockwool. Menurutnya, rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara dalam jumlah yang baik sehingga mampu mendukung perkembangan akar tanaman serta menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Setelah dibalut menggunakan material rockwool, tanaman pun tidak secara langsung dimasukkan ke dalam kantung taman vertikal. Ia memerlukan waktu untuk menumbuhkan akar-akarnya. Seolah berada dalam ruang karantina, tanaman didiamkan selama 2 minggu untuk menumbuhkan akarakarnya. Setelah itu, tanaman akan memasuki tahap adaptasi dengan cuaca luar. Bila ia mampu beradaptasi dengan berbagai cuaca, barulah tanaman siap diaplikasikan di vertical garden.

Sistem Irigasi

Selain hemat tempat, ada satu lagi kelebihan vertical garden dibanding jenis taman lainnya, yakni sistem irigasi yang sudah secara otomatis menyirami tanaman. Waktu penyiramannya harus dilakukan secara periodik (beberapa kali dalam sehari). Jangka waktunya pun dapat ditentukan dari material media tanam yang digunakan. Hari Harijanto, Arsitek Lansekap dari WongTani Nursery, mengatakan bahan geotextile memiliki daya serap air yang kurang sehingga waktu penyiramannya bisa setiap 2 jam sekali. Hari Harjanto menyarankan untuk menggunakan timer otomatis agar lebih mudah dan praktis perawatannya.

Misi ‘Pangeran Kegelapan’ Di Eropa Bagian 4

Sedangkan di Eropa, partai ekstrem kanan menang karena premis bahwa penduduk setempat kalah oleh imigran, sehingga menjanjikan bahwa pemerintah akan lebih mendukung masyarakat setempat. Apalagi Bannon tidak menyadari bahwa partai nasionalis Eropa sangat anti-Amerika. Hal ini diungkapkan dosen studi Eropa dari King’s College London, Alexander Clarkson. “Jika mereka merangkul Trump, semua pendukung antiAmerikanisme di bawah permukaan akan berbalik melawan mereka, khususnya di Prancis,” katanya kepada BBC.

“Itu sebabnya banyak dari pihak ini yang sadar bahwa satu kubu dengan Bannon pada dasarnya berisiko.” Kesadaran itu terungkap dalam pernyataan salah seorang anggota partai Rule National Rally pimpinan Le Pen di Prancis. “Bannon adalah orang Amerika dan tidak memiliki tempat di partai politik Eropa,” kata Jérôme Rivière. “Kami menolak entitas supranasional dan tidak berpartisipasi dengan Bannon.”

Misi ‘Pangeran Kegelapan’ Di Eropa Bagian 3

Keduanya mengklaim lembaga ini akan menantang karya filantropis George Soros dengan Yayasan Masyarakat Terbuka (OSF), yang telah mempromosikan demokrasi liberal di seluruh Eropa selama beberapa dekade. “Perbedaannya adalah organisasi ini berada di pihak orang biasa,” tutur Kassam. Bagi sebagian pihak, kehadirannya di Eropa mengkhawatirkan. “Kedatangan Bannon, seperti belatung pada luka, merupakan indikasi bahwa infeksi menjadi septik,” demikian Isobel Thompson, editor majalah Vanity Fair, menulis. Banyak pula yang skeptis Bannon akan mampu mewujudkan ambisinya tersebut.

Meski sebagian besar pendukung ekstrem kanan Eropa meyakini idenya tentang supremasi kulit putih, anti-imigrasi, dan negara nasionalis dibanding integrasi wilayah seperti Uni Eropa, ide tentang perekonomiannya akan menuai tantangan. Dilansir Politico, seperti Trump, Bannon sangat meyakini bahwa pemerintah harus melakukan pekerjaan seminimal mungkin dan menyerahkan hampir seluruhnya kepada perusahaan-perusahaan.

Misi ‘Pangeran Kegelapan’ Di Eropa Bagian 2

“Saya baru memperoleh ide ini sampai Marine Le Pen mengundang saya untuk berbicara di Lille, di Front Nasional (pada Maret lalu; red),” kata Bannon. “Saya berkata, ‘Apa yang Anda ingin saya katakan?’” Le Pen menjawab, “Yang harus Anda katakan adalah, ‘Kami tidak sendirian.’” Bannon tertegun setelah mengetahui gerakan nasionalis di Eropa tidak memiliki keterampilan strategi kampanye maupun berbagi ide dengan partaipartai populis di negaranegara tetangga apalagi dalam skala global.

Raheem Kassam bekas pembantu mantan pemimpin partai ekstrem kanan Inggris Nigel Farage membantu mewujudkan mimpi Bannon. Sebagai mantan pemimpin situs Breitbart News di Inggris, Kassam menegaskan bahwa The Movement, yang berkantor di Brussels, Belgia, adalah sebuah rumah bagi gerakan populis dan nasionalis di Eropa. “Kami sudah mulai menyiapkan staf,” ujar Kassam kepada Reuters.

Misi ‘Pangeran Kegelapan’ Di Eropa

Steve Bannon sedang dalam misi. Bekas Kepala Strategis Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu tengah bermimpi untuk menyatukan sejumlah partai ekstrem kanan di Benua Biru guna merebut setidaknya sepertiga kursi parlemen Uni Eropa dalam pemilu Mei mendatang. Seperti dilansir TheDaily Beast pekan lalu, Bannon ingin membangun kerajaan ekstrem kanan di Eropa. “Nasionalis sayap kanan populis adalah tren masa depan. Mereka yang akan berkuasa,” katanya. “Anda akan memiliki negara dengan identitas mereka sendiri, perbatasan mereka sendiri.”

Untuk mewujudkan misi dan mimpinya, pria yang dikenal sebagai “Pangeran Kegelapan” karena terangterangan mendukung gerakan rasis dan ekstremis dalam pemerintahan Trump ini menggunakan sebuah lembaga politik di Eropa untuk “memicu pemberontakan sayap kanan populis di seluruh benua”. Mantan kepala situs sayap kanan Breitbart News itu mengatakan organisasinya, yang disebut The Movement, akan menjadi sumber utama jajak pendapat, saran tentang olah pesan, penargetan data, serta penelitian pemikir untuk berbagai partai nasionalis dan ekstrem kanan di Eropa.

Tips dalam Memilih Karpet untuk Rumah yang Dilengkapi Genset Surabaya

Tips dalam Memilih Karpet untuk Rumah yang Dilengkapi Genset Surabaya. Harga genset yang murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang memberikan diskon dan garansi resmi.

Pilih Wol atau Polyprophylene

Dari jenis bahan dasar pembuatnya, polypropylene dan karpet wol, menjadikan 2 jenis karpet yang lebih banyak dipilih penggunaannya. Apa saja kelebihan dan kekurangan kedua jenis karpet tersebut?

Karpet Wol (karpet berbahan alami)

Kelebihan • Wol adalah serat alami berkualitas sangat baik. • Karpet yang menggunakan bahan dasar wol akan tidak akan rata dan terasa membal walaupun sudah diinjak. • Lebih tahan lama. • Lebih tahan api. • Ramah lingkungan.

KeKurangan • Sulit dibersihkan karena debu menempel pada benang. • Benang wol mudah lepas saat dibersihkan sehingga kurang cocok untuk orang yang terkena alergi. • Harga relatif mahal.

Karpet Polyprophylene (karpet sintetis)

Kelebihan • Tahan terhadap noda. • Cukup kuat, tidak mudah rata jika diinjak. • Mudah dibersihkan. • Memiliki warna cerah. • Cocok digunakan unuk kamar anak kecil. • Harga relatif lebih murah.

KeKurangan • Tampilan (keindahannya) tidak sebagus wol.

Tips Merawatnya

Menggunakan karpet tentu bukan tanpa masalah. Permasalahan yang kerap muncul pada karpet adalah debu yang menumpuk. Bulu-bulu karpet bisa menjadi tempat persembunyian kutu dan debu. Agar itu tak terjadi, karpet harus rajin dibersihkan. Menurut Inge Mulyadi, minimal lakukan perawatan ringan seminggu sekali. Jika lingkungan banyak debu, maka pembersihan dilakukan minimal seminggu dua kali. Perawatan berat dapat dilakukan enam bulan sekali.

Perawatan Ringan

1. Bersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Isap debu pada seluruh permukaan dan dasar karpet. Pada karpet berbahan polyprophylene yang memiliki fitur anti-statis, sehingga debu tidak menempel pada permukaan karpet.

2. Untuk membantu mengeluarkan debu yang tersembunyi, khususnya pada bahan non-plyprophylene, sambil menyedot debu, pukul-pukul permukaan karpet dengan sapu lidi.

3. Jika ada noda kotoran atau makanan menempel, bersihkan menggunakan sabun/deterjen dan spons lembap. Setelah itu dikeringkan.

Perawatan Berat

1. Angkat karpet dan gantung di tempat jemuran. Pukul-pukul karpet dengan sapu lidi untuk merontokkan debu. Lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.

2. Angkat karpet dan lakukan proses pengeringan (dry clean). Gunakan sabun khusus karpet, kemudian sikat seluruh permukaan karpet hingga kotoran di dasar terangkat ke permukaan.

3. Jemur hingga kering. Setelah itu, lakukan pengisapan debu dengan vacuum cleaner.

4. Jemur lagi karpet sebelum menyimpan atau menatanya kembali.